PPI Sebut Kritikan Kinerja Pj Bupati Parmout Prematur dan Krisis Argumentasi

-News-
oleh

Nesia – Fungsionaris Pimpinan Cabang Perhimpunan Pergerakan Indonesia (Pimcab PPI) Parigi Moutong (Parmout), Ade Arden menanggapi pemberitaan dan kritikan terhadap capaian kinerja Pj. Parigi Moutong, Richard Arnaldo yang dianggap belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat setempat.

Ade melalui rilisnya yang diterima redaksi media ini, pada Sabtu (15/6/2024) mengatakan, sedang mempertanyakan objektifitas isi kritikan tersebut, apalagi hal itu terlontar dari oknum-oknum pegiat lembaga masyarakat.

“Harusnya penilaian itu objektif, mendidik dan berdasarkan data, begitu semestinya pola berfikir seorang organisatoris,” ucap Eks Aktivis Pergerakan itu.

Baca Juga:  Rapat Pleno Penetapan Gubernur Sulteng Dijaga Ketat 400 Personel Polisi di Palu

Kritikan itu kata Ade, penting bahkan diharuskan sebagai alarm dan penyeimbang jalannya roda pemerintahan, hanya saja perlu dan solutif, bukan menegaskan bentuk demoralisasi di ruang publik.

“Tentu hal itu berlaku bagi semua Pressure Group, seperti halnya Organisasi Kepemudaan, Ormas, Media dan LSM sebagai saluran aspiratif dan pilar Demokrasi,” tutur mantan KPW STN itu.

Menurutnya, kita ketahui bersama Parigi Moutong memiliki 278 Desa dan 5 Kelurahan serta 23 Kecamatan yang masyarakatnya terintegrasi pada pemberdayaan dengan cakupan luas itu semestinya dapat menjadikan kita dalam menilai bukan justru sebaliknya.

Baca Juga:  Edukasi Masyarakat tentang Bahaya Radikalisme, Da'i Polri Gelar Dialog Interaktif di Radio Kayubura

“Yang terpenting dapat menghindarkan kita dari cara dan budaya berfikir prematur,” tuturnya.

Ade Arden pun menanggapi pernyataan yang mengungkapkan bahwa PJ Parigi Moutong hanya berfokus pada kegiatan seremonial semata.

“Itu tafsiran dipaksakan, sebab kami pernah melihat dua kali aktivitas PJ Parigi Moutong langsung ke masyarakat, diantaranya penyaluran bantuan sembako dan peralatan dapur pada masyarakat terdampak banjir di Desa Baina’a Barat, Desa Ogoalas dan Desa Dusunan Kecamatan Tinombo pada 21 Mei 2024 silam,” sebutnya.

Baca Juga:  Aiman Witjaksono Dipolisikan 6 Aliansi Buntut Tuding Polisi Tak Netral

Selain itu, PJ Parigi Moutong kerap menghadiri pendampingan Teknologi Peternakan Hewan di beberapa Desa termasuk Desa Balinggi.

Baru beberapa bulan saja menjabat PJ Richard telah mencanangkan Kampung-kampung Keluarga Berkualitas melalui program bangga kencana yang sudah terealisasi di banyak Desa.

“Ya tentu saja itu upaya peningkatan kualitas produktifitas dan nilai ekonomis ternak masyarakat dan tindakan nyata untuk mewujudkan keluarga-keluarga yang berkualitas di Desa-Desa,” jelasnya.*/YAT

banner

Komentar