KH. Muhammad Adnan Arsal Sebut Penghormatan Bendera Bukan Bentuk Penyembahan

-News-
oleh

Palu Nesia – Momen mengharukan, sebuah acara penuh makna terjadi ketika 18 eks Jamaah Islamiyah (JI) menghadiri sesi pencerahan yang prakarsai oleh KH. Muhamad Adnan Arsal, S.Ag, selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Wakaf Amanahtul Ummah .

Dalam acara yang digelar di Aula Andi Sappa Sudirman Poso, pada Rabu (12/6/) para mantan menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca Juga:  Dorong Semangat Kebangsaan, Satgas Madago Raya Gelar Upacara Bendera di Poso

Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan dihadiri oleh sejumlah penting, termasuk Kapolda Sulteng Irjen Pol. Dr. Agus Nugroho, Bupati Poso dr. Verna G.M. Inkiriwang, serta para Forkopimda Poso dan Pejabat Utama (PJU) Polda Sulteng.

Dalam sambutannya, KH. Muhamad Adnan Arsal menyampaikan pesan penting tentang makna penghormatan terhadap bendera, menekankan bahwa penghormatan tersebut bukanlah suatu bentuk penyembahan, tetapi melibatkan pengorbanan banyak nyawa dalam memperjuangkan bendera NKRI.

Baca Juga:  Ratusan Rider Adu Nyali! Kejuaraan Balap Motor Piala Kapolda Sulteng Seri 3 Resmi Dibuka di Morowali

Selain itu, Arsal juga mengajak para JI yang telah berikrar setia kepada NKRI untuk tetap taat kepada pemerintahan. Ini merupakan langkah penting dalam memastikan kesatuan dan di Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya di wilayah Poso yang pernah dilanda oleh konflik.

Acara ini menjadi momentum penting dalam upaya rekonsiliasi dan pembangunan perdamaian di Poso, dimana para mantan simpatisan JI diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang konstruktif dalam , serta berkontribusi positif dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

banner

Komentar