Ceramah Kamtibmas, Da’i Polri: Jaga Kerukunan, Waspadai Paham Radikal

-News-
oleh

– Tim Da'i Satgas Preemtif Ops Madago Raya menggelar ceramah Kamtibmas di Nur Fatra, Kelurahan Moengko Lama, Kecamatan , Kabupaten Poso, Rabu, (22/5/2024).

Ceramah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), serta menangkal masuknya dan intoleran di wilayah Kabupaten Poso.

Tim Da'i Polri yang terdiri dari Ipda Ilham Sriwan, Aiptu Ridwan, dan Aipda Sofyan Al Liosi menyampaikan pesan- kepada Nur Fatra, antara lain:

Baca Juga:  Satgas Madago Raya Gandeng Komunitas Scutter Vespa Parimo Cegah Paham Radikal

Pertama, Bersyukur atas rasa aman dan tentram yang diberikan Allah Subhannahu Wa Ta'ala, dan diharapkan jamaah dapat menjaga Kamtibmas agar tetap kondusif.

Kedua, Tetap menjaga toleransi serta kerukunan antar .

Ketiga, Mewaspadai masuknya paham radikal dan intoleran yang dapat merusak keyakinan beragama dan berbangsa, serta menjaga generasi muda dari pengaruh paham-paham tersebut.

Baca Juga:  Cek Pos Kamtibmas, Dansat Brimob: Sinergitas Kunci Utama Jaga Kamtibmas di Poso

Jamaah Masjid Nur Fatra menyambut baik ceramah Kamtibmas dari Tim Da'i Polri dan menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan mereka. Jamaah juga menyatakan kesiapannya untuk membantu Polri dalam mewujudkan Kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Poso.

Kasubsatgas Ops Madago Raya, AKP Basirun Laele mengatakan, bahwa kegiatan ceramah Kamtibmas ini merupakan salah satu upaya Polri untuk menjaga Kamtibmas di wilayah Kabupaten Poso.

Baca Juga:  Jadi Narasumber Podcast Presisi, Ipda Ikbal Bicara Amanah Perwira dan Tantangan Polri di Era Digital

“Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga Kamtibmas, diharapkan dapat mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut,” kata AKP Basirun Laele.

AKP Basirun Laele juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap informasi-informasi yang tidak benar dan provokatif yang dapat mengganggu Kamtibmas.

“Masyarakat harus selalu mengecek kebenaran informasi sebelum menyebarkannya, dan jangan mudah terprovokasi oleh berita bohong,” tandas AKP Basirun Laele.

banner

Komentar