Polri Siagakan 1.094 Personel Power On Hand Kapolda Amankan Pemilu di Sulteng

-News-
oleh

Nesia – Menjelang pemungutan suara Pemilu 2024 sebanyak 1.094 Polda Sulteng disiagakan sebagai Power On Hand (POH) Kapolda Sulteng, Apel siaga dilaksanakan di halaman Polda Sulteng, Minggu 11 Februari 2024.

Pasukan POH Kapolda Sulteng ini akan bertugas untuk membantu mengamankan tahap masa tenang, pemungutan suara, penghitungan dan rekapitulasi suara Pemilu 2024 di Sulawesi Tengah.

Kombes Pol. Richard B. Pakpahan selaku Kasatgasopsda Tinombala saat memimpin apel mengatakan, Power On Hand yang terlibat apel pagi ini merupakan yang siap digerakkan 1×24 jam jika mendadak dibutuhkan.

Baca Juga:  Idul Adha Penuh Kebahagiaan, Satgas Madago Raya Berbagi Daging Kurban ke Warga di Wilayah Operasi

“Power On Hand, merupakan kekuatan yang bisa digerakkan, sesuai dengan ketentuannya serta sesuai perkembangan situasi yang ada oleh pimpinan,” jelas Kombes Pol. Richard.

Pasukan Power On Hand Kapolda Sulteng merupakan gabungan dari tiap-tiap satker Polda Sulteng yang merupakan Kompi kerangka dan pasukan dari Polda Sulteng serta Satbrimobda.

“Kompi kerangka yang merupakan gabungan staf Polda berjumlah 260 dan power of hand dari 84 dan Satbrimobda berjumlah 750 personel,” terang Kombes Pol. Richard B. Pakpahan yang juga Dirsamapta Polda Sulteng.

Baca Juga:  Refleksi Akhir Tahun, 57 Personel Polda Sulteng Dipecat, 137 Dapat Penghargaan

Ia juga menyebut, perkembangan situasi, kita tidak bisa mengetahui secara pasti. Sehingga kita membentuk pasukan Power On Hand yang bisa digerakkan sewaktu-waktu. Yang bisa menggerakkan adalah pimpinan.

Personel yang dilibatkan sebagai pasukan Power On Hand diantaranya adalah pasukan dalmas awal, pasukan PHH, pasukan anti anarkis, unit jibom, unit wanteror yang dilengkapi sarana prasarana seperti tameng, ranmor, persenjataan dan peralatan lain pendukung tugas dilapangan, tegasnya.

Baca Juga:  Kapolda Sulteng Hadiri Pelantikan Wakapolri dan Pengantar Purna Tugas Pejabat Polri

“Sehingga diharapkan baik pasukan, sarana dan prasarana pendukung pengamanan harus benar-benar dalam kondisi siap digerakkan dan digunakan kapanpun dan dimanapun dibutuhkan, pungkasnya.

banner

Komentar