Cerita Polisi di Sulteng Kawal Logistik Pemilu Melintasi Kawasan Hutan Eks Aktfitas MIT Poso

-News-
oleh

Nesia – Certita di saat berjibaku ke Tempat Pemungutan Suara () 5 Dusun Manggalapi Desa Rejeki Kecamatan Palolo Sigi hanya dapat ditempuh dengan menggunakan sepeda trail atau sepeda motor modifikasi.

Dusun ini berjarak 184 kilometer bila ditempuh melalui Mako Polres Sigi. Kawasan hutan wilayah ini dahulu merupakan eks lokasi persembunyian dan aktifitas Daftar Pencarian Orang (DPO) Mujahidin Indonesia Timur () Poso dari kejaran .

Dalam pelaksanaan pemungutan Suara Pemilu 2024, 2 Personel Polres Sigi yaitu Aipda Amar Husain dan Aipda Chairul bertugas mengamankan TPS Dusun Manggalapi yang merupakan TPS kategiri sangat rawan.

Baca Juga:  Satgas Madago Raya Libatkan Alumni Deradikalisasi Perkuat Jiwa Nasionalisme Generasi Muda

“Untuk menuju ke TPS Dusun Manggalapi hanya dapat dilakukan dengan motor trail atau motor yang dimodifikasi menyerupai trail,” ungkap Aipda Amar Husain di Sigi, Jumat (16/2/2024)

Jarak tempuh kurang lebih 9 jam dari Mapolres Sigi, baik berangkat atau kembali kita harus melewati jalur yang sama, ujarnya

Ia menambahkan, untuk ke TPS Dusun Manggalapi dirinya bersama teman-teman petugas lain melalui jalur wilayah Kecamatan Kabupaten Parimo, jalur yang dilalui tidak mudah terlebih dimusim penghujan

Baca Juga:  Da'i Polri Edukasi Pelajar Poso tentang Bahaya Narkoba dan Radikalisme

“Jalan berbatu, berlumpur menyebrangi anak sungai dan sungai yang berarus cukup deras. Bila arusnya deras kita harus tunggu hingga dirasa aman untuk diseberangi,” tandasnya

‘Alhamdullilah pelaksanaan pengawalan logistik menuju TPS, saat pemungutan suara dan membawa kotak suara ke PPK dilalui dengan aman dan lancar, kata Aipda Amar Husain.

Amar juga menceritakan, saat pengawalan logistik menuju ke PPK, sempat salah satu sepeda motor mengalami masalah di ban depannya, saat itu masih di wilayah pegunungan Manggalapi dan sudah malam.

Baca Juga:  Tolak Diautopsi, Polisi Serahkan Jenazah Brigpol RA ke Keluarga

Kekhawatiran itu pasti ada, tetapi baik petugas , PPS, pengawas TPS dan linmas untuk menunggu melakukan perbaikan ban sepeda motor yang bermasalah.

Ini semua kita lakukan karena kami ingin menyelesaikan tugas berat yang dibebankan kepundak kami selesai dalam keadaan aman dan lancar, pungkas Amar Husain.

banner

Komentar