Komda Alkhairaat Palu Dukung Polri Jaga Harkamtibmas di Sulteng

-News-
oleh

Abdullah Larate, S.Ag selaku Ketua Komda Alkhairaat Kota . (Foto: Istimewa)

– Komisariat Daerah (Komda) Alkhairaat Kota Palu berikan dukungan kepada Polri dalam upaya menjaga situasi pemeliharaan dan ketertiban masyarakat () di Provinsi Sulawesi Tengah khususnya di wilayah Kota Palu.

Abdullah Larate, S.Ag selaku Ketua Komda Alkhairaat Kota Palu dalam keterangannya, jumat (15/9/2023) menyatakan mendukung kebijakan dan Polri khususnya Polda Sulteng dalam menciptakan situasi di daerah ini yang semakin kondusif.

Baca Juga:  Pendaftaran Pilgub Sulteng, KPU Batasi Hanya 25 Simpatisan yang Diizinkan Masuk

Ia juga mengingatkan jelang tahun politik sangat rentan akan adanya kegiatan di tengah masyarakat yang bisa menimbulkan gangguan Kamtibmas.

Oleh karena itu kata Abdullah Larate, sebagai sekaligus Ketua Komda Alkhairaat Kota Palu ia mengimbau kepada semua pihak untuk bersama-sama menjaga dan saling mengingatkan sebagai wujud kepedulian guna mendukung aparat kepolisian dalam menjaga Kamtibmas.

Baca Juga:  Sentuhan Humanis Dai Polri di Masjid At Taqwa Poso Dakwah Sejuk, Kamtibmas Terjaga

Selain itu, juga berharap semua Alkhairaat agar dapat menjalin persatuan dan kesatuan untuk melaksanakan cita-cita luhur pendiri Alkhairaat, Habib Sayyid Idrus Bin Salim Aljufri, yakni Pendidikan, Dakwah dan . 

Yang tidak kalah penting lanjutnya, bagaimana menjaga toleransi antar , pencegahan terhadap bentuk tindakan intoleransi wajib untuk dilakukan agar tidak meluas dan mengoyak persatuan dan kesatuan.

Negara Indonesia yang kita cintai bersama tentunya sebagai umat beragama harus selalu menjaga kerukunan antar umat beragama dan mempunyai sifat toleransi sesama anak bangsa agar tidak mudah dicerai berai.

Baca Juga:  Momen Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Brigpol Akyko Kapito Raih Penghargaan dari Kapolri

Toleransi dan sikap saling menghargai satu sama lain adalah gambaran idaman masyarakat ideal saat ini. Walaupun kadang rasa saling menghargai sering dinodai dengan beda pendapat dan perselisihan.

“Selaku makhluk sosial, manusia menginginkan yang namanya kedamaian dengan tingkat toleransi yang tinggi satu sama lain,” tutupnya.

banner

Komentar