Pimpinan Pondok Pesantren Ittihadul Ummah Dukung Polri Cegah Paham Radikal di Parimo

-News-
oleh

Pondok Pesantren Ittihadul Ummah. (Foto: Istimewa)

– Program Kepolisian Republik Indonesia (Polri) khususnya Polda Sulteng dalam menciptakan situasi mendapat dukungan dari berbagai kalangan.

Salah satunya dari Pondok Pesantren Ittihadul Ummah dipimpin oleh KH. Muhammad Qosim Abdul Madjid seorang tokoh kharismatik di Kabupaten Parimo yang juga seorang Abnaul Al-Khairaat.

Pondok pesantren Ittihadul Ummah siap bersinergi dengan Kepolisian untuk menjaga keamanan serta menangkal penyebaran dan mendukung Satgas .

Baca Juga:  Mahfud MD Siap Perkuat Komite Reformasi Polri Bentukan Presiden Prabowo

KH. Muhammad Qosim Abdul Madjid selaku pimpinan ponpes dalam keterangannya mengatakan, keamanan merupakan tanggung jawab bersama olehnya dia mengajak masyarakat untuk mendukung pihak Polri dalam memelihara situasi keamanan tersebut, Jumat (21/7/2023).

Ia juga berharap situasi keamanan saat ini bisa terus terjaga dengan baik dan dengan hadirnya Pondok pesantren Ittihadul Ummah dapat menciptakan generasi muslim yang memiliki dan menghormati kerukunan antar umat beragama, ungkapnya.

Baca Juga:  Serahkan DIPA 2025, Kapolda berikan 8 Penekanan kepada KPA Satker Polda Sulteng

KH. Muhammad Qosim Abdul Madjid menegaskan, bahwa sangat menolak adanya paham-paham radikal yang dapat mengakibatkan tindakan dan juga mendukung adanya Madago Raya yang dilakukan oleh Kepolisian, jelasnya.

“Kami sangat menolak adanya paham-paham radikal yang dapat mengakibatkan tindakan terorisme dan memecah belah umat,” pungkasnya.

Santri pondok pesantren  Ittihadul Ummah memiliki cara berpikiran terbuka dan moderat tanpa meninggalkan unsur islam, berperilaku atas dasar Al-quran serta sunnah Rasulullah SAW, dan kesederhanaan diaplikasikan dilingkunagan pondok, pungkasnya.

banner

Komentar