Ikhwan Islam Garis Keras Tojo Una-una Dukung Polda Sulteng Tangkal Paham Radikalisme

-News-
oleh

Para
ikhwan Islam Garis Keras (IGK) di wilayah Dusun Kainyole Desa Podi Kab.
Una Una. (Foto: Istimewa)

– Para
ikhwan Islam Garis Keras (IGK) di wilayah Dusun Kainyole Desa Podi Kab.
siap menjaga dan mendukung tugas Kepolisian
Tengah. mendukung pihak Kepolisian Sulteng untuk
menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif.


Para
ikhwan Islam Garis Keras (IGK) ini juga turut berupaya mencegah paham
yang dikhawatirkan masuk ke wilayah Sulteng serta menciptakan
situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif. Hal ini diungkapkan langsung
oleh salah satu Ikhwan Islam Garis Keras (IGK), Jumat (28/7/2023).

Baca Juga:  Libatkan 256 Personel, Polda Sulteng Lanjutkan Operasi Kewilayahan Madago Raya Tahap II

“Kami
ikhwan Islam Garis Keras (IGK) pada hakekatnya mendukung pihak
Kepolisian dalam hal ini Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng, dalam
menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif serta mencegah
paham radikal di wilayah Sulteng,” ucapnya.

Terkait di negeri ini diakuinya dapat mengganggu nasional bahkan menimbulkan terjadinya perpecahan.

Olehnya
kami sangat mendukung upaya pihak Kepolisian khususnya Polda Sulteng
untuk mencegah masuknya paham radikalisme di wilayah Dusun Kainyole Desa
Podi Kab. Tojo Una Una,” katanya.

Baca Juga:  Gelar Latihan Pra Operasi, Kapolda Sulteng Tegaskan Jaga Netralitas Jelang Pemilu 2024

“Indonesia merupakan negara
Bhinneka Tunggal Ika, maka kami tidak setuju segala bentuk kekerasan
yang mengatasnamakan kelompok,” tambahnya.

Ia juga menuturkan,
pihaknya saat ini terus melakukan aktivitas yang positif untuk
menghindari pemikiran radikalisme dan , sebutnya.

Sehingga
dapat terjaga situasi kamtibmas di wilayah Dusun Kainyole Desa Podi
Kab. Tojo Una Una tetap aman dan kondusif serta terhindar dari aksi
terorisme, sambungnya.

Baca Juga:  Peningkatan Kemampuan Imam Masjid, Upaya Satgas Madago Raya Mencegah Paham Radikalisme di Sigi

“Hindari paham radikal dan melakukan
aktivitas yang positif untuk menghidupi keluarga serta melakukan
kegiatan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk menghindari paham
radikal yang tersebar,” pungkasnya.

banner

Komentar