Imam Masjid Babulhair Dukung Polri Cegah Penyebaran Paham Radikal di Sigi

Palu Nesia – Mempererat hubungan antara Polri dan agama dalam menjaga kerukunan , Satgas II Preemtif Ops Madago Raya melalui Kotarindau Aiptu Ronald A.S melaksanakan kegiatan sambang dan dengan Imam Babulhair, Ustad Fadhel, di Dusun 4, Desa Kotarindau, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Jumat (3/12/).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Satgas Madago Raya untuk memperkuat sinergi dengan tokoh agama dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.

Dalam pertemuan tersebut, Aiptu Ronald menyampaikan beberapa pesan penting kepada Imam Masjid dan tokoh agama setempat. Salah satunya adalah pentingnya peran serta para imam, pegawai syara, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan wanita dalam mendukung .

Baca Juga:  Satgas OMP Tinombala 2024 Pastikan Surat Suara Pilkada Aman Sampai Tujuan

Menurutnya, keberadaan para tokoh agama diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam mencegah masuknya paham radikal dan intoleran di wilayah Kecamatan Dolo.

Aiptu Ronald juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan umat beragama, serta menghindari potensi perpecahan yang dapat merusak tatanan sosial masyarakat.

“Mari kita terus menjaga kebersamaan dan saling menghormati, baik antar sesama umat beragama maupun antar warga masyarakat lainnya,” ujar Aiptu Ronald.

Baca Juga:  Satgas Madago Raya Ajak Ibu-ibu Desa Membuke Jaga Kondusivitas Wilayah Operasi

Selain itu, Aiptu Ronald mengajak para tokoh agama untuk turut mengedukasi agar tidak terpengaruh oleh paham-paham yang dapat merusak nilai-nilai .

Ia berharap agar peran remaja masjid semakin diperkuat, mengingat mereka selama ini telah memberikan kontribusi positif dalam membentuk karakter dan perilaku generasi muda.

Imam Masjid Babulhair, Ustad Fadhel, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kunjungan Satgas Madago Raya dan mengucapkan terima kasih atas silaturahmi yang terjalin.

Baca Juga:  Satgas Madago Raya Ajak Warga Tojo Bersatu Tolak Paham Intoleran

Ia juga menegaskan komitmennya untuk mendukung segala upaya Polri dalam menjaga keamanan dan mencegah penyebaran paham radikal di daerah tersebut.

“Kami siap membantu Polri dalam upaya menjaga kedamaian dan kerukunan di masyarakat,” kata Ustad Fadhel.

Diharapkan, dengan sinergi yang terjalin antara Polri, tokoh agama, dan masyarakat, akan tercipta lingkungan yang aman, damai, serta bebas dari pengaruh paham dan intoleran.

banner

Komentar