Prof. Zainal Abidin: Moderasi Beragama Sebagai Perekat dan Pemersatu Bangsa

-News-
oleh

– Dalam rangka menjaga keharmonisan dan persatuan bangsa, Operasi menghelat kegiatan bagi para dan pegawai syara' di , pada Kamis (25/4/) lalu.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber ternama, yaitu Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag., selaku Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah.Prof. Zainal Abidin dalam paparannya menekankan pentingnya sebagai perekat dan pemersatu bangsa.

Menurutnya, moderasi beragama adalah sikap yang seimbang dan adil dalam memahami dan mengamalkan ajaran agama. Hal ini penting untuk diterapkan di tengah kemajemukan bangsa yang kaya akan budaya dan agama, ungkapnya.

Baca Juga:  Dai Polri Edukasi Siswa SMA Negeri 1 Parigi Tengah tentang Bahaya Radikalisme dan Narkoba

“Perbedaan suku, ras, agama dan antar golongan adalah karunia Tuhan yang harus dikelola dengan baik. Walaupun kita berbeda tapi kita harus satu Indonesia,” ujar Prof. Zainal Abidin.

Ia juga menjelaskan bahwa moderasi beragama dapat diwujudkan dengan beberapa langkah, di antaranya:

Pertama, Menerima perbedaan.

Kedua, Mengedepankan persamaan.

Ketiga, Saling percaya, saling memahami, dan saling mengerti.

Keempat, Moderasi beragama dan kesadaran global.

Baca Juga:  Sambut Hari Bhayangkara ke-79, Satgas Madago Raya Gelar Bakti Religi di Masjid Baitul Makmur Tolai

Prof. Zainal Abidin juga mengingatkan para imam masjid dan pegawai syara' untuk selalu menjadi teladan bagi dalam menerapkan moderasi beragama. Ia mengajak mereka untuk aktif dalam menyebarkan pesan perdamaian dan toleransi di lingkungannya masing-masing.

“Para imam masjid dan pegawai syara' memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Mereka harus menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat dalam menerapkan moderasi beragama,” terang Prof. Zainal Abidin.

Terpisah, Kasubsatgas Humas Operasi Madago Raya mengatakan, kegiatan peningkatan kemampuan ini diikuti dengan antusias oleh para imam masjid dan pegawai syara' se-kabupaten Sigi guna menangkal paham radikalisme dan intoleransi.

Baca Juga:  Razia Intensif, Satgas Madago Raya Cegah Penyelundupan Senpi Ilegal dan Handak di Poso

“Mereka mendapatkan banyak ilmu dan pengetahuan baru tentang moderasi beragama yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Kasubsatgas Humas kepada awak media, Sabtu (27/4/2024).

Kasubsatgas Humas berharap, dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman para imam masjid dan pegawai syara' tentang moderasi beragama, imbuhnya.

Dengan demikian, mereka dapat menjadi agen perdamaian dan toleransi di lingkungannya masing-masing, sehingga dapat berkontribusi dalam menjaga keharmonisan dan persatuan bangsa, tandasnya.

banner

Komentar