Pimpin Latihan Pra Ops Aman Tinombala, Kapolda Sulteng: Karhutla Jadi Perhatian Serius dan Berdampak serta Merugikan Semua Pihak

-News-
oleh

PALU NESIA – Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Rizal Irawan memimpin latihan pra operasi untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Aula Rupatama lantai 1 Polda Sulteng, Senin (26/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Brigjen Pol Semmy Ronny Thabaa, para pejabat utama (PJU) Polda Sulteng, dan personel peserta operasi. Latihan ini bertujuan menyamakan persepsi, pola pikir, dan pola tindak personel di lapangan.

Dalam sambutannya, Irjen Rizal Irawan mengatakan, Operasi Aman Tinombala 2026 berlangsung selama 65 hari, mulai 28 Oktober hingga 31 Desember 2026, dengan melibatkan 914 personel, terdiri dari 164 personel satgas Polda dan 750 personel satgas polres jajaran.

Baca Juga:  Polda Sulteng Kembali Tangani 2 Kasus Pemilu, Diantaranya Oknum Caleg di Tolitoli

Operasi ini berfokus pada tiga aspek, yakni pencegahan melalui patroli, sosialisasi, dan deteksi dini titik api, penanggulangan melalui tindakan cepat serta koordinasi lintas instansi; dan pemulihan lingkungan untuk mencegah kejadian berulang.

Irjen Rizal Irawan menekankan kesiapan personel, sarana prasarana, alat komunikasi, dan petugas kesehatan lapangan. Personel juga diminta mengatur pergantian tugas serta menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat asap.

Kapolda meminta Bhabinkamtibmas mengoptimalkan edukasi kepada agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Seluruh personel wajib mematuhi SOP, melaksanakan apel konsolidasi, dan menjalani pengawasan langsung dari pimpinan masing-masing.

Baca Juga:  Satgas Madago Raya Intensif Sambangi Warga Melalui Pos Kamtibmas di Wilayah Operasi

“Saya memerintahkan jajaran untuk menindak tegas pelaku pembakaran hutan dan lahan sesuai ketentuan hukum. Sebab, karhutla berdampak pada lingkungan, kesehatan masyarakat, dan dapat memicu kabut asap lintas batas hingga tingkat internasional,” tegasnya.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Kombes Pol Achmad Muhaimin mengimbau seluruh di Sulawesi Tengah agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan dengan alasan apa pun. Menurutnya, dampak karhutla sangat luas, terutama terhadap kesehatan masyarakat dan aktivitas sehari-hari.

“Dampak kabut asap tidak hanya mengganggu kesehatan, tetapi juga aktivitas masyarakat, khususnya -anak sekolah. Kondisi tersebut bahkan dapat mendorong pemerintah daerah mengambil kebijakan meliburkan kegiatan belajar mengajar, sehingga merugikan banyak pihak. Karena itu, kami mengimbau untuk tidak membakar hutan dan lahan dengan alasan apa pun,” tegasnya.

Baca Juga:  Hadirkan Eks Napiter Poso, Divhumas Polri Gelar FGD Kontra Radikal di Kabupaten Sigi

Ia menambahkan, pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh elemen masyarakat. juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api agar dapat ditangani secepat mungkin.

“Jangan sampai kelalaian kita merugikan orang banyak. Mari bersama menjaga lingkungan, mencegah karhutla, dan melindungi kesehatan serta aktivitas masyarakat,” tutupnya.

banner

Komentar