Pimpin Apel Pengamanan Unras, Kapolda Sulteng Tekankan Personel Humanis dan Profesional

-News-
oleh

PALU NESIA – Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Rizal Irawan memimpin apel kesiapan pengamanan aksi unjuk rasa (unras) Aliansi Persatuan Masyarakat Pantoloan (PMP) dan Pogombo Petani dan Masyarakat Adat Tau Taa Morowali Utara (Pogombo Ta’a), Rabu (21/10/2026).

Aksi PMP mengangkat isu penolakan pemindahan operasional kapal penumpang PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) dari Pelabuhan Pantoloan ke Pelabuhan Donggala. Sementara Pogombo Ta’a menuntut penghentian aktivitas PT Cipta Agro Sakti di atas tanah yang mereka klaim sebagai tanah mereka serta pengusutan dugaan perkebunan di Morowali Utara.

Turut hadir, Wakapolda Sulteng Semmy Ronny Thabaa, Karo Ops Kombes Pol Giuseppe Reinhard Gultom, Dirsamapta Kombes Pol Mikael P. Sitanggang, Dansat Brimob Kombes Pol Kurniawan Tandi Rongre, Dirintelkam Kombes Pol Andi Aditya Sakti, Kapolresta Palu Kombes Pol Hari Rosena dan diikuti ratusan personel gabungan berbagai satuan fungsi.

Baca Juga:  Menuju PON XXI Aceh-Sumut, Kapolda Sulteng Beri Semangat kepada Atlet Sulteng di Yonif 711 Raksatama

Dalam arahannya, Irjen Rizal Irawan menegaskan bahwa masyarakat yang menyampaikan pendapat di muka umum dilindungi undang-undang. Karena itu, tugas Polri adalah memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan sesuai ketentuan.

Kapolda menjelaskan, pengamanan harus memberikan rasa aman kepada masyarakat umum maupun aksi. Seluruh personel diminta menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing, termasuk mengatur lalu lintas agar aktivitas pengguna jalan lainnya tidak terganggu.

Baca Juga:  Instruksi Presiden, Polda Sulteng dan Polresta Palu kembali Gerebek Sarang Narkoba di Kayumalue

Irjen Rizal Irawan juga meminta personel mengantisipasi kemungkinan adanya pihak-pihak yang memanfaatkan aksi untuk memicu kericuhan, perusakan, atau penganiayaan. Personel di lapangan diminta bekerja sesuai untuk mendeteksi serta menindak jika ada hukum.

Irjen Rizal Irawan menekankan bahwa personel pengendalian massa (Dalmas) merupakan garda terdepan Polri yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Menurutnya, sikap setiap anggota mencerminkan citra institusi sehingga seluruh tahapan pengamanan harus dilaksanakan secara profesional dan humanis.

Ia juga mengingatkan bahwa tindakan kontraproduktif seorang anggota dapat merusak terhadap kinerja seluruh personel. Terlebih, setiap tindakan di lapangan mudah direkam dan disebarluaskan melalui platform digital.

Baca Juga:  Kapolda Sulteng Lantik 267 Siswa Diktuba SPN Polda Sulteng menjadi Bintara Polri

Kapolda meminta seluruh personel mematuhi prosedur penanganan unjuk rasa secara bertahap dan tidak bertindak di luar ketentuan. Ia juga mengapresiasi kesiapan anggota serta berharap seluruh rangkaian pengamanan berjalan lancar dengan tetap mengedepankan perlindungan terhadap masyarakat.

Sementara itu, Kombes Pol Achmad Muhaimin mengimbau aksi unjuk rasa menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai serta tidak melakukan tindakan melanggar hukum.

“Kami mengajak masyarakat tidak mudah terprovokasi dan bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban selama aksi unjuk rasa berlangsung,” tandasnya.

banner

Komentar