Binroh Nasional Polri, Dai Kamtibmas Polres Parimo Aiptu Zulham Ditunjuk Jadi Penceramah

-News-
oleh

PALU NESIA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar bimbingan rohani (Binroh) yang dirangkaikan dengan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Masjid Ar Rahman Polda Tengah (Sulteng), Kamis (20/8/2026). Kegiatan diikuti seluruh beragama Islam.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Baznas Sulteng Hatamuddin Thamrin bersama jajaran. Binroh nasional ini menjadi sarana pembinaan rohani sekaligus menguatkan nilai keimanan, akhlak, dan kepedulian personel dalam menjalankan tugas.

Menariknya, SSDM Mabes Polri menunjuk personel Polda Sulteng Aiptu Zulham dari Polres Moutong sebagai penceramah. Dai Polri itu menyampaikan tausyiah bertema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Kehidupan sebagai Insan Presisi”.

Baca Juga:  Dai Polri Hadirkan Suasana Aman dan Damai pada Perayaan Paskah di Poso

Dalam tausyiahnya, Aiptu Zulham mengajak personel menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam melaksanakan tugas. Menurutnya, menjadi Insan Presisi tidak hanya membutuhkan kemampuan profesional, tetapi juga kejujuran, amanah, kecerdasan, pengendalian diri, serta akhlak yang baik.

Ia menjelaskan sifat shiddiq mengajarkan kejujuran, amanah merupakan tanggung jawab atas pangkat dan jabatan, sedangkan tabligh diwujudkan melalui pelayanan yang cepat, santun, jelas, tegas, dan humanis. Adapun fathanah mengajarkan personel untuk cerdas dan bijaksana dalam mengambil keputusan.

Aiptu Zulham juga mengingatkan personel agar mampu mengendalikan emosi saat menghadapi berbagai karakter masyarakat. Menurutnya, ketegasan dalam menjalankan tugas harus tetap dikendalikan oleh hukum, etika, dan akhlak agar tidak merusak pengabdian yang telah dibangun.

Baca Juga:  Polda Sulteng Serahkan Berkas Perkara Korupsi TTG ke Jaksa, Dua Tersangka Menanti Putusan

Sementara itu, Kabagbinreligi Ro Watpers SSDM Polri AKBP Maskat mengatakan momentum Rabiul Awal dan Muhammad SAW harus dimanfaatkan untuk memperbanyak amal dan meneladani akhlak Rasulullah.

“Momentum ini mari kita manfaatkan untuk memperbanyak amal. Hari kemerdekaan ke-81 juga merupakan nikmat atas berkat rahmat Allah, sehingga kita patut bersyukur dengan melaksanakan tugas sebaik-baiknya,” ujarnya.

Ketua Baznas Sulteng Hatamuddin Thamrin kemudian menjelaskan bahwa zakat berarti suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang serta hukumnya wajib. Sementara infak dan sedekah merupakan pemberian untuk kemaslahatan umat yang bersifat sunnah.

Baca Juga:  Lewat Hipnoterapi, Satgas Madago Raya Bangun Kedamaian Pulihkan Mental Eks Napiter di Poso

“Zakat menolong sesama di dunia dan penyelamat kita di akhirat,” kata Hatamuddin.

Ia juga memaparkan lima program Baznas Sulteng, yakni Sulteng Cerdas, Sulteng Sehat, Sulteng Sejahtera, Sulteng , dan Sulteng Taqwa.

“Lima program Baznas Sulteng ini menjadi bentuk komitmen kami dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, kepedulian sosial hingga keagamaan,” pungkasnya.

banner

Komentar