Pengakuan Istri Polisi di Tegal, Ngaku Dipaksa Konsumsi Sabu hingga Hampir Setiap Hari

-Nasional, News-
oleh

PALU NESIA – Belum lama ini, sebagian publik di media tengah ramai menyoroti kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga () seorang oknum polisi terhadap istrinya di Tegal, .

Sebelumnya diketahui, terduga merupakan anggota Polres Tegal yang kini ditahan usai dilaporkan korban, MAN (30) ke atas kasus aniaya tersebut.

Kasus ini kian menyita perhatian publik usai kemunculan korban dengan kondisi yang memprihatinkan, yakni dilaporkan mengalami luka 47 persen di tubuhnya.

Kini, MAN bersama ibunya angkat bicara terkait dugaan penyiksaan yang dilakukan oknum polisi di Tegal tersebut.

MAN mengaku tak menyangka, hubungan dengan sang suami yang bermula tampak menyenangkan, namun kini berujung nestapa bagi kehidupannya.

Baca Juga:  Patroli Perintis Presisi Polda Sulteng Amankan Empat Anggota Geng Motor di Jembatan Pombewe Sigi

“Awalnya tidak tahu, tahunya dia orang biasa,” kata MAN saat menceritakan sosok terduga pelaku dalam podcast Denny Sumargo, pada Senin, 6 Juli 2026.

Korban: Sejak Awal Dicekoki Narkoba

Dalam penuturannya, MAN mengaku sejak awal menjalin hubungan, dirinya kerap dipaksa untuk mengonsumsi jenis sabu oleh pelaku.

“Sejak awal itu sudah dicekoki narkoba,” ungkap korban.

“Katanya itu biar tak merasa galau, biar hubungan badannya kuat,” imbuh MAN.

Kendati demikian, MAN tak menyangka pelaku terus memaksa dirinya melakukan kebiasaan buruk itu semasa masih berhubungan suami-istri.

“Hampir setiap hari, kayak makan saja 2 kali, 3 kali,” sebutnya.

Baca Juga:  Satgas Madago Raya Dorong Desa Masari Jadi Teladan Moderasi Beragama di Parimo

Kuasa Hukum: Di Setiap Kamar, Ada CCTV

Dalam kesempatan yang sama, kuasa hukum korban, Raden Reza kediaman rumah korban pernah dipenuhi kamera CCTV.

Reza menilai, rekaman CCTV diduga dijadikan sebagai alat intimidasi agar korban tidak melaporkan kasus kekerasan di rumah tersebut.

“Di setiap kamar, setiap sudut ruangan itu ada CCTV,” ungkap Reza.

Kuasa hukum korban lantas menyoroti insiden memilukan yang pernah dialami korban, yakni mengalami luka bakar sebanyak 47 persen di tubuhnya, pada September 2025 lalu.

Amarah Tak Terbendung, Berujung Siram Air Keras

Dalam kasus ini, Reza menuturkan, mulanya MAN dipaksa belajar meracik sabu.

Baca Juga:  Pelajar SMA Negeri 3 Poso Diberi Wawasan tentang Bela Negara dan Cegah Radikalisme oleh Da'i Polri

“Korban ini diajak, akhirnya diajarkan untuk meracik sabu,” tuturnya.

Saat insiden, pelaku disebut sempat meluapkan amarahnya pada korban hingga menyebabkan cairan kimia berbahaya mengenai tubuh korban.

“Diduga lagi meracik sabu, terduga pelaku marah, lalu cairan kimia itu disiramkan,” beber Reza.

Akibatnya, korban mengalami luka bakar serius dan harus menjalani sejumlah operasi cangkok kulit.

“Daging paha diambil untuk cangkok kulit,” ungkap Reza.

Hingga berita ini terbit, dugaan tindak kekerasan yang dilakukan oknum polisi di Tegal tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

Terlebih, belum ada keterangan lanjutan dari otoritas kepolisian hingga putusan pengadilan yang menyatakan terduga pelaku dinyatakan bersalah.***

banner

Komentar