Mahasiswa STIA Pembangunan Palu Turun Lapangan, Wujudkan Sinergi Teori dan Praktik Menuju Generasi Unggul

-Pendidikan-
oleh

Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu kembali menggelar kegiatan Praktik Pengenalan Lapangan (PPL) bagi semester II, IV, dan VI sebagai bagian dari proses pembelajaran berbasis pengalaman langsung. 

Mengangkat tema “Mahasiswa Dapat Mengaplikasikan Teori Menuju Generasi Unggul”, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan realitas di lapangan.

Pelaksanaan PPL tahun ini dipusatkan di Desa Marantale, Kecamatan Siniu, Parigi Moutong. Para mahasiswa diterjunkan langsung ke tengah untuk melakukan observasi serta mengumpulkan data primer dan sekunder. 

Baca Juga:  Katpuan Pendeta se-Sigi, Prof. Zainal: Jadikan Perbedaan sebagai Perekat, Bukan Pemecah Bangsa

Melalui kegiatan ini, mahasiswa dituntut mampu menerapkan konsep-konsep administrasi publik dalam konteks nyata, khususnya pada tata kelola pemerintahan desa.

Panitia, Dr. Ramadan, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa PPL dirancang untuk membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, etos kerja, serta kemampuan adaptasi yang baik. 

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah pola pikir kritis, kerja tim, serta kepekaan terhadap lingkungan sekitar.

Baca Juga:  Bangun Kolaborasi, Polri dan Madrasah Aliyah Alkhairaat Parigi Bersama Cegah Radikalisme

Sementara itu, Ketua , Dr. Nasir Mangngasing, M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa PPL merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. 

Ia berharap mahasiswa mampu menghadirkan gagasan inovatif yang dapat memberikan kontribusi positif dalam peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan desa.

“Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa tidak hanya fokus pada pengumpulan data, tetapi juga aktif berinteraksi dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan, seperti kunjungan , penyebaran kuesioner, hingga kegiatan sosial yang melibatkan warga, seperti domino dan karaoke,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/4/2026).

Baca Juga:  Sempat Macet Total, Jalan Trans Sulawesi Km 8 Kebun Kopi Sudah Bisa Dilalui Kembali

Nasir Mangngasing menambahkan, interaksi ini menjadi sarana mempererat hubungan sekaligus membangun komunikasi yang harmonis antara mahasiswa dan masyarakat Desa Marantale.

Selain itu, hasil dari kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi referensi dan masukan konstruktif bagi pengembangan tata kelola pemerintahan desa yang lebih efektif dan berkelanjutan.

“Melalui kegiatan PPL ini, mahasiswa STIA Pembangunan Palu diharapkan mampu menjadi yang siap menghadapi tantangan masa depan” pungkasnya.

banner

Komentar