Tak Terkait Profesi, Polda Sulteng Tegaskan Komitmen Tangani Kasus di Morowali Secara Profesional

-News-
oleh

PALU NESIA – Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas dugaan diskriminasi ras dan etnis serta peristiwa Kantor PT Raihan Catur Putra (RCP) di Morowali yang terjadi pada 3 Januari 2026.

Sejak 5 Januari 2026, telah menurunkan tim pengawasan gabungan yang terdiri dari , Itwasda, serta unsur fungsi reserse. Tim tersebut ditugaskan untuk melakukan investigasi secara menyeluruh guna memastikan seluruh proses penanganan perkara berjalan sesuai ketentuan hukum dan prosedur yang berlaku.

Polda Kombes Pol Djoko Wienartono mengatakan, berdasarkan hasil sementara, penanganan kasus dugaan diskriminasi ras dan etnis dengan terduga pelaku berinisial AD oleh Polres Morowali telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

Baca Juga:  Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas, Da'i Polri Ops Madago Raya Sambangi Pendeta Desa Matako

Sementara itu, proses penyidikan kasus pembakaran Kantor PT RCP masih terus berjalan. masih melakukan pendalaman dengan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa tersebut.

“Dalam penyidikan kasus pembakaran, penyidik telah memeriksa beberapa saksi. Polda Sulawesi Tengah menegaskan akan dilaksanakan secara objektif dan profesional,” ujar Kombes Djoko dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/1/2026).

Terkait penangkapan seorang jurnalis berinisial RM, Kombes Djoko menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak berkaitan dengan profesi yang bersangkutan. Penindakan dilakukan atas dugaan keterlibatan dalam tindak pidana umum.

Baca Juga:  Satgas Madago Raya Tanamkan Nasionalisme ke Siswa SDN 1 Tokorondo Lewat Upacara Bendera

“Saat ini, satu terduga pelaku kasus dugaan diskriminasi ras dan etnis berinisial AD serta tiga terduga pelaku pembakaran berinisial RM, A, dan AY telah diamankan di Mapolres Morowali. Seluruh proses penegakan hukum dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” jelasnya.

Ia menambahkan, sehubungan dengan adanya terduga pelaku yang berprofesi sebagai jurnalis, Polda Sulawesi Tengah melalui Polres Morowali telah berkoordinasi dan akan menyampaikan surat pemberitahuan secara resmi kepada Dewan Pers sebagai bentuk transparansi dan koordinasi antarlembaga.

Baca Juga:  Moderasi Beragama, Satgas Madago Raya Gelar Peningkatan Kemampuan Pendeta di Poso

Langkah tersebut dilakukan untuk menghormati kebebasan pers serta membedakan secara tegas antara penanganan tindak pidana umum dan sengketa pers.

Polda Sulawesi Tengah juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, khususnya yang beredar di media sosial.

“Kami mengimbau masyarakat agar mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya,” pungkasnya.

banner

Komentar