Operasi Madago Raya Resmi Berakhir, Kapolda Sulteng Pastikan Stabilitas Keamanan Tetap Terjaga

-News-
oleh

NESIA – Satuan Tugas (Satgas) resmi dinyatakan berakhir. Penegasan tersebut disampaikan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Dr Endi Sutendi saat rilis akhir tahun 2025 di hadapan awak media, Selasa (30/12/2025), di lobi utama Mako Polda Sulawesi Tengah.

Kapolda Sulteng menjelaskan, berakhirnya merupakan bagian dari evaluasi strategis Polri dalam penanganan keamanan di wilayah Sulawesi Tengah. Meski operasi khusus dihentikan, langkah-langkah pengamanan dan pemeliharaan stabilitas tetap menjadi prioritas utama kepolisian.

Diketahui, merupakan kelanjutan dari Operasi Tinombala yang berganti nama sejak 1 Januari 2021. Pergantian nama tersebut sekaligus menandai perubahan pendekatan Polri yang lebih mengedepankan upaya pencegahan, pembinaan, serta pelibatan masyarakat dalam menjaga keamanan.

Baca Juga:  Satgas Madago Raya Ingatkan Warga Balinggi Jaga Persatuan, Tolak Paham Radikalisme

Endi Sutendi menegaskan, berakhirnya tidak berarti aktivitas patroli dan pengamanan di wilayah operasi juga berhenti. Menurutnya, kegiatan kepolisian tetap berjalan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di seluruh polres jajaran dengan dukungan penuh dari Polda Sulawesi Tengah.

Ia memastikan, wilayah bekas operasi tetap menjadi atensi utama kepolisian. Namun, pola pengamanan yang diterapkan akan mengalami penyesuaian seiring dengan situasi dan kondisi keamanan yang semakin kondusif.

Baca Juga:  Satgas Madago Raya Dorong Desa Masari Jadi Teladan Moderasi Beragama di Parimo

“Poso tetap menjadi atensi dengan melakukan KRYD, dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif hingga penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran ataupun tindak pidana terorisme,” ujar Irjen Endi Sutendi.

Kapolda Sulteng menambahkan, per 31 Desember 2025 secara resmi dinyatakan selesai. Meski demikian, kegiatan berkelanjutan berupa pembinaan dan pengawasan tetap dilaksanakan demi menjaga stabilitas keamanan khusunya di Kabupaten Poso, Parigi Moutong, Tojo Una-Una, serta wilayah secara umum.

Baca Juga:  Jokowi Resmi Lantik AHY Jabat Menteri ATR/BPN

Ia berharap seluruh elemen masyarakat turut berperan aktif menjaga situasi kamtibmas tetap dan kondusif. Sepanjang 2025, upaya deradikalisasi dinilai berjalan efektif, di mana sekitar seratusan eks narapidana terorisme (napiter) dan simpatisan dilaporkan telah kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Keamanan tidak bisa hanya diserahkan kepada Polri semata. Peran aktif masyarakat sangat penting agar situasi Sulawesi Tengah tetap aman, damai, dan kondusif,” tandasnya.

banner

Komentar