Cegah Pengaruh Negatif, Satgas Madago Raya Edukasi Siswa Poso Soal Wawasan Kebangsaan

-News, Pendidikan-
oleh

Palu Nesia – Upaya mencegah masuknya paham radikal dan intoleran di kalangan terus digencarkan Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya. Kali ini, tim Da'i Kamtibmas Polri menggelar kegiatan penyuluhan di SMA Negeri 1 Poso, Rabu (8/10/2025).

Kegiatan tersebut bertujuan membentengi dari pengaruh yang dapat mengancam persatuan dan keamanan bangsa, terutama di Kabupaten Poso yang menjadi salah satu wilayah pelaksanaan Operasi Madago Raya.

Penyuluhan disampaikan langsung oleh Tim Da'i Polri yang terdiri dari Ipda Ilham Sriwan, Aiptu Ridwan, dan Aipda Sofyan Al Liosi. Ketiganya menyampaikan sejumlah materi penting terkait pembentukan dan kesadaran hukum di kalangan pelajar.

Baca Juga:  902 Personel Diterjunkan BKO Pam TPS, Wakapolda Sulteng Tekankan Netralitas dan Profesionalisme

Dalam kesempatan itu, Da'i Polri Ipda Ilham Sriwan mengajak pelajar untuk selalu menaati peraturan lalu lintas, menjauhi , serta menghindari perilaku menyimpang seperti pergaulan bebas dan .

Tak lupa, Ia juga menekankan bahaya laten paham radikalisme dan intoleransi yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Selain itu, siswa juga dibekali pemahaman tentang nilai-nilai dan pentingnya menumbuhkan rasa . Menurut Ipada Ilham Sriwan, generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI dari ancaman ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.

Baca Juga:  Melalui Materi Manajemen Media, Bidhumas Polda Sulteng Bentuk Polisi yang Humanis dan Cerdas Digital

Kepala SMA Negeri 1 Poso, Hermanto, menyampaikan dan terima kasih kepada Tim Da'i Polri Ops Madago Raya. Ia menilai kegiatan seperti ini sangat penting untuk membuka wawasan pelajar agar lebih waspada terhadap ancaman ideologi berbahaya.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dari Polri, khususnya Tim Da'i Madago Raya. Penyuluhan ini sangat bermanfaat bagi siswa kami agar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang menyesatkan,” ujar Hermanto.

Antusiasme pelajar terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Para siswa aktif berdialog dan mengajukan pertanyaan seputar topik yang dibahas, terutama tentang cara mengenali ciri-ciri penyebaran paham radikalisme di lingkungan sekolah dan media .

Baca Juga:  Harmoni Keberagaman, Desa Bakti Agung Jadi Contoh Kampung Moderasi Beragama di Poso

Melalui kegiatan penyuluhan ini, Satgas II Preemtif Ops Madago Raya berharap para pelajar dapat menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas, berakhlak, serta mampu membentengi diri dari pengaruh negatif di era digital.

Polri berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan, guna menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan memperkuat semangat persatuan di wilayah Sulawesi Tengah.

banner

Komentar