Satgas Madago Raya  Serahkan Bantuan Pupuk Pertanian kepada Eks Napiter di Poso

-News-
oleh

Palu Nesia – Upaya deradikalisasi terhadap mantan narapidana terorisme terus dijalankan II Preemtif Operasi Madago Raya di Kabupaten Poso. Tim kembali melakukan pendekatan persuasif dengan mendatangi binaan di , Dusun Tamanjeka, Kecamatan Poso Pesisir, Kamis (17/9/).

Poso Pesisir AKP Risdiyanto memimpin langsung kegiatan tersebut, dengan memberikan bantuan berupa . Ia menemui Imran alias Imron, seorang eks napiter yang pernah terlibat kasus terorisme pada 2014 silam. Setelah bebas, Imran memilih hidup tenang dengan bertani kopi di kampungnya.

Baca Juga:  Daftar Penghargaan Gubernur Sulteng Bertambah Lagi, Terbaru Dari Menteri HAM

Kepada petugas, Imran menegaskan komitmennya untuk tidak kembali ke jalan kekerasan. Ia berjanji mendukung penuh program dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Poso Pesisir.

“Kalau ada penyebaran paham radikalisme atau ajaran yang menentang Pancasila, saya siap melaporkannya. Saya ingin kampung ini aman,” tutur Imran.

Selain berbicara soal bahaya radikalisme, Imran juga menyampaikan kegelisahannya terkait kenakalan remaja dan maraknya penyalahgunaan di lingkungannya. 

Baca Juga:  Momentum Hari Pahlawan, Satgas Madago Raya Tanamkan Jiwa Nasionalisme ke Siswa SDN Taunca

Menurutnya, masalah tersebut berpotensi memicu keterlibatan anak muda dalam aksi radikalisme maupun tindak kriminal lain jika tidak segera ditangani.

Imran menyampaikan apresiasi kepada Satgas Operasi Madago Raya yang rutin hadir dan membangun komunikasi dengan . Menurutnya, kedekatan aparat dengan warga adalah kunci mencegah pengaruh buruk masuk ke wilayah Poso Pesisir.

AKP Risdiyanto mengatakan, kegiatan sambang ini bertujuan untuk memastikan aktivitas warga binaan eks napiter berjalan normal, sekaligus mengumpulkan informasi dari masyarakat terkait potensi gangguan kamtibmas.

Baca Juga:  Dai Polri Ajak Imam Masjid Cegah Penyebaran Paham Radikal di Poso

“Langkah ini penting agar kami bisa mengambil tindakan lebih cepat jika ada gejala penyebaran paham ,” ujarnya.

Ia menambahkan, deradikalisasi menjadi bagian penting dari Operasi Madago Raya dalam menjaga stabilitas keamaan wilayah operasi khususnya Kabupaten Poso. 

“Kami ingin mengajak eks napiter kembali sepenuhnya hidup normal di tengah masyarakat, sekaligus menjadi agen perdamaian di lingkungannya,” pungkasnya.

banner

Komentar