Satgas Madago Raya  Serahkan Bantuan Pupuk Pertanian kepada Eks Napiter di Poso

-News-
oleh

Palu Nesia – Upaya terhadap mantan narapidana terorisme terus dijalankan Operasi di Poso. Tim kembali melakukan pendekatan persuasif dengan mendatangi warga binaan di Desa Masani, Dusun , Kecamatan Poso Pesisir, Kamis (17/9/2025).

Kapolsek Poso Pesisir AKP Risdiyanto memimpin langsung kegiatan tersebut, dengan memberikan bantuan berupa pupuk pertanian. Ia menemui Imran alias Imron, seorang eks napiter yang pernah terlibat kasus terorisme pada 2014 silam. Setelah bebas, Imran memilih hidup tenang dengan bertani kopi di kampungnya.

Baca Juga:  Polda Sulteng Sambut Hari Jadi ke-73 Humas Polri dengan Donor Darah

Kepada petugas, Imran menegaskan komitmennya untuk tidak kembali ke jalan kekerasan. Ia berjanji mendukung penuh program dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Poso Pesisir.

“Kalau ada penyebaran paham atau ajaran yang menentang Pancasila, saya siap melaporkannya. Saya ingin kampung ini aman,” tutur Imran.

Selain berbicara soal bahaya radikalisme, Imran juga menyampaikan kegelisahannya terkait kenakalan dan maraknya penyalahgunaan narkoba di lingkungannya. 

Baca Juga:  Ratusan Rider Adu Nyali! Kejuaraan Balap Motor Piala Kapolda Sulteng Seri 3 Resmi Dibuka di Morowali

Menurutnya, masalah tersebut berpotensi memicu keterlibatan anak muda dalam aksi radikalisme maupun tindak kriminal lain jika tidak segera ditangani.

Imran menyampaikan kepada Satgas Operasi Madago Raya yang rutin hadir dan membangun komunikasi dengan . Menurutnya, kedekatan aparat dengan warga adalah kunci mencegah pengaruh buruk masuk ke wilayah Poso Pesisir.

AKP Risdiyanto mengatakan, kegiatan sambang ini bertujuan untuk memastikan aktivitas warga binaan eks napiter berjalan normal, sekaligus mengumpulkan informasi dari masyarakat terkait potensi gangguan kamtibmas.

Baca Juga:  3.524 Personel Siap Amankan Arus Mudik, Polda Sulteng Bentuk 92 Pos Pengamanan

“Langkah ini penting agar kami bisa mengambil tindakan lebih cepat jika ada gejala penyebaran paham radikal,” ujarnya.

Ia menambahkan, deradikalisasi menjadi bagian penting dari Operasi Madago Raya dalam menjaga stabilitas keamaan wilayah operasi khususnya Kabupaten Poso. 

“Kami ingin mengajak eks napiter kembali sepenuhnya hidup normal di tengah masyarakat, sekaligus menjadi agen perdamaian di lingkungannya,” pungkasnya.

banner

Komentar