Safari Kamtibmas, Kaops Madago Raya Ajak Santri Ponpes Miftahul Khair Jaga Keutuhan Bangsa

-News, Religi-
oleh

Palu Nesia – Dalam upaya menumbuhkan rasa cinta tanah air dan memperkuat jiwa nasionalisme, Kaops Kombes Pol. Heni Agus Sunandar, S.I.K., M.H., melakukan kegiatan bersama Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Khair, Ustadz Efendi di Tojo Una-Una, Selasa (9/9/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Kaops didampingi Kasat Binmas Polres Touna AKP Agus Habibi serta Dai Kamtibmas Bripda Yudhi Pratama Djunu. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kehangatan.

Baca Juga:  Aksi Peduli Kesehatan Polri, Perkuat Hubungan Baik dengan Masyarakat di Wilayah Operasi

Kaops Madago Raya menyampaikan maksud kedatangannya, yakni mengajak pesantren untuk bersama-sama menjaga diri dari paham radikalisme dan intoleransi. 

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menumbuhkan kesadaran akan nilai dan semangat persatuan bangsa.

“Pesantren adalah garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan sekaligus kebangsaan. Karena itu, kita perlu bergandengan tangan agar tidak ada ruang bagi paham yang bisa memecah belah persatuan,” kata Kombes Heni.

Baca Juga:  15 Menteri Bakal Undur Diri, Ini Tanggapan Wapres Maruf Amin

Dalam kesempatan itu, Kombes Heni juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat demi keutuhan bangsa.

Menurutnya, situasi kondusif hanya bisa tercapai jika semua pihak bersinergi, termasuk kalangan pesantren. Ia berharap hubungan ini bisa terus terjalin harmonis ke depannya.

Sementara itu, Ustadz Efendi selaku pimpinan Ponpes Miftahul Khair menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menyatakan dukungan penuh bersama Polri dalam menjaga persatuan dan keamanan di Tojo Una-Una.

Baca Juga:  Patroli Kamtibmas di Poso Pesisir, Satgas Madago Raya Ajak Warga Jaga Keamanan

Selain menyampaikan pesan kebangsaan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat komunikasi dan antara aparat kepolisian dan kalangan pesantren. 

Melalui kegiatan ini, Satgas Madago Raya berkomitmen untuk terus menggandeng masyarakat, khususnya pesantren, dalam menanamkan nilai persaudaraan, toleransi, dan cinta tanah air demi terwujudnya keamanan dan kedamaian di wilayah Sulawesi Tengah.

banner

Komentar