Bangun Sinergi, Dai Kamtibmas Polri Edukasi Mahasiswa Unsimar Poso soal Bahaya Radikalisme

-News, Pendidikan-
oleh

Palu Nesia – Upaya pencegahan penyebaran paham terus dilakukan aparat keamanan di Kabupaten Poso. Ops kali ini menggandeng mahasiswa Universitas Sintuwu Maroso (Unsimar) Poso yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Kegiatan berlangsung pada Minggu (21/9/2025) di Desa Tiwa'a, Kecamatan , Kabupaten Poso. Tim Da'i Kamtibmas hadir memberikan tentang pentingnya menjaga kondusivitas daerah sekaligus membangun kesadaran kolektif mahasiswa terhadap bahaya radikalisme.

Baca Juga:  Peringati HKGB ke-73, Kapolda Sulteng Ajak Bhayangkari Terus Berkarya Dukung Polri Presisi

Dalam kegiatan tersebut, tim Da'i Polri yang dihadiri oleh Ipda Ilham Sriwan bersama Aiptu Ridwan dan Aipda Sofyan Al Liosi menyampaikan pesan kamtibmas. Mahasiswa diajak aktif mendukung pemerintah dan aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan di Poso.

Selain itu, mahasiswa juga diminta menanamkan sikap toleransi antaragama. Menurut tim Da'i, hal itu menjadi pondasi penting dalam memperkuat persaudaraan dan mencegah konflik sosial di tengah masyarakat.

“Mahasiswa adalah agen perubahan. Dengan kebersamaan dan semangat persatuan, kita bisa mengantisipasi masuknya paham radikalisme maupun intoleran di Poso,” kata Ipda Ilham.

Baca Juga:  Karo Ops Sebut Sulteng Ada Tiga Kabupaten Rawan Jelang Voting Day

juga menyebut bahwa kalangan muda memiliki penting dalam menyaring informasi serta menolak provokasi yang dapat memecah belah masyarakat. Karena itu, sinergi antara mahasiswa dan aparat disebut sangat dibutuhkan.

Mahasiswa Unsimar yang hadir menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka menilai materi yang diberikan sangat bermanfaat sebagai bekal saat berinteraksi dengan masyarakat di lokasi KKN.

Baca Juga:  Kian Dekat dengan Warga, Satgas Madago Raya Lakukan Sambang di Wilayah Operasi

“Kami berterima kasih kepada Polri yang sudah turun langsung memberikan edukasi. Kami siap membantu menjaga kamtibmas agar Poso tetap aman dan kondusif,” ungkap salah seorang mahasiswa Unsimar.

Dengan adanya kegiatan edukasi itu, Satgas Madago Raya berharap mahasiswa dapat menjadi mitra strategis dalam menjaga kedamaian di Poso. Polri menegaskan, upaya pencegahan radikalisme tidak bisa hanya dilakukan aparat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda.

banner

Komentar