Tokoh Masyarakat Torue Dukung Satgas Madago Raya Jaga Kondusifitas Jelang Hari Kemerdekaan RI

-News, Pendidikan, Religi-
oleh

Palu Nesia – Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik ke-80, Tim Da'i Polri Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya kembali mengintensifkan kegiatan dan silaturahmi ke di wilayah operasi.

Salah satunya dilakukan di Desa Torue, Parigi Moutong, pada Minggu (3/8/2025), dengan menyasar tokoh masyarakat setempat sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas keamanan.

Dalam kegiatan ini, tiga Da'i Kamtibmas meliputi Aiptu Erwin L., Aiptu Irwan, dan Aiptu Zulham, bertemu langsung dengan Hasan, salah satu tokoh masyarakat yang memiliki peran penting di lingkungan setempat. Kunjungan tersebut berlangsung hangat dan sarat .

Baca Juga:  Polda Sulteng Gelar FGD Antisipasi Berita Negatif Jelang Pemilu 2024

Tim Da'i Polri mengajak Tokoh masyarakat untuk turut berperan aktif mengimbau warga untuk meramaikan peringatan kemerdekaan dengan memasang Bendera Merah Putih di depan rumah masing-masing.

Hal ini dianggap penting sebagai bentuk nasionalisme dan penghormatan atas perjuangan para pahlawan.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut, Tim Da'i juga menekankan pentingnya menjaga keamanan lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran paham-paham radikalisme yang tidak sejalan dengan Pancasila serta UUD 1945.

Baca Juga:  Kesehatan Warga Jadi Prioritas, Subsatgas Dokkes Madago Raya Gelar Sambang Kesehatan di Poso

Tokoh masyarakat Hasan menyambut baik ajakan tersebut dan menyampaikan apresiasinya atas perhatian Polri terhadap masyarakat. Ia menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya Satgas Madago Raya dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

“Kami siap bersama Polri, khususnya dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan menjaga desa kami dari pengaruh-pengaruh negatif,” kata Hasan.

Baca Juga:  Panen Jagung Melimpah di Poso, Satgas Madago Raya Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo

Silaturahmi ini merupakan bagian dari upaya pendekatan Satgas II Preemtif untuk menggandeng masyarakat sebagai mitra dalam membangun ketahanan dan memperkuat semangat di wilayah operasi.

Melalui kegiatan rutin ini, Polri berharap tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat dalam menciptakan suasana damai, sekaligus menjadi benteng pertama terhadap masuknya paham ekstrem yang merongrong persatuan bangsa.

banner

Komentar