Tokoh Agama Poso Apresiasi Satgas Madago Raya dalam Upaya Menangkal Paham Radikalisme

-News, Pendidikan, Religi-
oleh

Nesia – Satgas II Preemtif melalui tim Da'i Polri terus melakukan upaya pencegahan masuknya paham radikal di wilayah Kabupaten Poso. Salah satunya dengan melaksanakan kegiatan sambang dan kepada tokoh agama setempat.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu (31/8/) di Kelurahan Lawanga, Kecamatan Poso Kota Utara, Kabupaten Poso. Tim Da'i Polri bersilaturahmi dengan Ustadz Ibrahim, salah satu tokoh agama berpengaruh di wilayah tersebut.

Baca Juga:  Tiba di Riyadh, Jokowi Bakal Hadiri KTT Luar Biasa OKI Bahas Krisis Gaza Akibat Agresi Brutal Israel

Adapun tim Da'i Polri yang hadir yakni Ipda Ilham Sriwan, Aiptu Ridwan,  dan Aipda Sofyan Al Liosi. Ketiganya datang untuk menjalin komunikasi, mempererat silaturahmi, serta menyampaikan pesan-.

Dalam kesempatan itu, tim Da'i Polri mengajak tokoh agama untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (sitkamtibmas) yang kini semakin kondusif. Mereka juga menekankan pentingnya sikap saling antarumat beragama maupun antar-pemeluk agama.

Baca Juga:  Membangun Toleransi dan Keamanan Lewat Buka Puasa Bersama di Kotarindau

“Menjaga persaudaraan dan persatuan antarwarga sangat penting agar tercipta suasana dan damai, sekaligus mencegah penyebaran paham radikal dan di Poso,” ujar Ipda Ilham Sriwan.

Tokoh Agama, Ustadz Ibrahim menyambut baik kedatangan tim Da'i Polri. Ia menyampaikan dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan Polri terhadap masyarakat, khususnya dalam menjaga keamanan di Poso.

Baca Juga:  Wakili Polda Sulawesi Tengah, Untad Juara 3 Debat Hukum Nasional HUT Bhayangkara ke-78

Ia juga menegaskan komitmennya untuk mendukung upaya Polri khususnya Satgas dalam merawat situasi kondusif. 

“Kami siap bekerja sama dengan Polri untuk menjaga kamtibmas agar tetap aman,” kata Ibrahim.

Kegiatan sambang silaturahmi ini menjadi salah satu upaya dalam menjaga kamtibmas. Melalui pendekatan , Polri berharap masyarakat bersama-sama mencegah berkembangnya paham radikal di wilayah Poso.

banner

Komentar