Satgas Madago Raya Ajak Tokoh Lintas Agama Parimo Bangun Toleransi dalam Bingkai NKRI

-News, Pendidikan, Religi-
oleh

Palu Nesia – Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya menggelar kegiatan penguatan moderasi beragama di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Selasa (12/8/).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus mencegah masuknya paham radikalisme serta intoleransi.

Acara yang berlangsung di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Parimo ini dipimpin langsung Ka Satgas II Preemtif, Kompol Mat Syukri, didampingi sejumlah personel Satgas II dan Da'i Kamtibmas .

Dengan menghadirkan narasumber utama adalah Ketua Forum Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulteng, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag, serta dihadiri para di Parimo.

Baca Juga:  Pekan Depan, KPU Gelar Penetapan DCT Pasangan Capres-Cawapres Pemilu 2024

Dalam sambutannya, Kompol Mat Syukri menegaskan kegiatan ini merupakan terobosan inovatif Satgas II Preemtif dalam membendung paham radikal. Parimo dipilih sebagai desa percontohan karena dinilai memiliki masyarakat plural yang bisa menjadi teladan nasional dalam mewujudkan perdamaian di tengah kemajemukan.

“Moderasi beragama ini berbasis empat pilar utama, yakni wawasan kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan sikap akomodatif terhadap budaya lokal. Nilai-nilai ini harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari agar masyarakat semakin kuat menghadapi paham intoleran,” kata Kompol Mat Syukri.

Baca Juga:  Pastikan Kotak Suara Aman, Satgas Preventif Gencar Patroli Kantor KPU, Bawaslu dan PPK di Sulteng

Sementara itu, memaparkan pentingnya moderasi beragama sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Menurutnya, konsep ini harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan hanya sekadar slogan.

“Keberagaman adalah anugerah yang harus dirawat bersama, dan moderasi beragama adalah jalannya,” ujarnya.

Diskusi berlangsung hangat. Para tokoh lintas agama aktif bertanya dan berbagi pengalaman menghadapi paham intoleran di masyarakat. Mereka juga menekankan pentingnya sinergi antarumat beragama untuk menjaga harmoni di daerah.

Baca Juga:  Ma’ruf Imbau Pengawas Harus Jeli Terkait Disinformasi hingga Politik Uang di Pemilu

Tokoh Agama Islam, Nursia, menyebut kegiatan ini sangat bermanfaat dalam menangkal radikalisme. Tokoh Katolik, Suster Paulina, mengaku bersyukur dapat memperbarui pemahaman beragama yang lebih toleran.

Sementara Tokoh Hindu, I Made Suardana, menilai program ini dapat meminimalkan potensi konflik dan memperkuat persatuan.

Di akhir acara, seluruh mengapresiasi langkah Satgas II Preemtif Ops Madago Raya. Mereka berharap program serupa digelar secara berkelanjutan demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI.

banner

Komentar