Satgas Madago Raya Ajak Tokoh Lintas Agama Parimo Bangun Toleransi dalam Bingkai NKRI

-News, Pendidikan, Religi-
oleh

Palu Nesia – Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya menggelar kegiatan penguatan di Parigi Moutong (Parimo), Selasa (12/8/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mencegah masuknya paham radikalisme serta intoleransi.

Acara yang berlangsung di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Parimo ini dipimpin langsung Ka Satgas II Preemtif, Kompol Mat Syukri, didampingi sejumlah personel Satgas II dan Da’i Kamtibmas Polri.

Dengan menghadirkan narasumber utama adalah Forum Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulteng, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag, serta dihadiri para tokoh lintas agama di Parimo.

Baca Juga:  Kabar Gembira! ASN Pria Dapat Cuti Hingga 60 Hari Saat Istri Melahirkan

Dalam sambutannya, Kompol Mat Syukri menegaskan kegiatan ini merupakan terobosan inovatif Satgas II Preemtif dalam membendung paham radikal. Parimo dipilih sebagai desa percontohan Kampung karena dinilai memiliki masyarakat plural yang bisa menjadi teladan nasional dalam mewujudkan perdamaian di tengah kemajemukan.

“ ini berbasis empat pilar utama, yakni wawasan kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan sikap akomodatif terhadap budaya lokal. Nilai-nilai ini harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari agar masyarakat semakin kuat menghadapi paham intoleran,” kata Kompol Mat Syukri.

Baca Juga:  Da'i Polri Sambangi Warga Binaan di Poso, Perkuat Sinergi Melawan Radikalisme dan Intoleransi

Sementara itu, memaparkan pentingnya sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Menurutnya, konsep ini harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan hanya sekadar slogan.

“Keberagaman adalah anugerah yang harus dirawat bersama, dan adalah jalannya,” ujarnya.

Diskusi berlangsung hangat. Para tokoh lintas agama aktif bertanya dan berbagi pengalaman menghadapi paham intoleran di masyarakat. Mereka juga menekankan pentingnya sinergi antarumat beragama untuk menjaga harmoni di daerah.

Baca Juga:  Peningkatan Kemampuan Imam Masjid, Upaya Satgas Madago Raya Mencegah Paham Radikalisme di Sigi

Tokoh Agama Islam, Nursia, menyebut kegiatan ini sangat bermanfaat dalam menangkal radikalisme. Tokoh Katolik, Suster Paulina, mengaku bersyukur dapat memperbarui pemahaman beragama yang lebih toleran.

Sementara Tokoh Hindu, I Made Suardana, menilai program ini dapat meminimalkan potensi konflik dan memperkuat persatuan.

Di akhir acara, seluruh peserta mengapresiasi langkah Satgas II Preemtif Ops Madago Raya. Mereka berharap program serupa digelar secara berkelanjutan demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI.

banner

Komentar