Satgas Madago Raya Gandeng Warga Binaan, Perkuat Upaya Deradikalisasi di Poso

-News, Pendidikan, Religi-
oleh

Palu Nesia – Satgas II Preemtif Operasi terus mengintensifkan upaya deradikalisasi guna menciptakan situasi keamanan yang kondusif di wilayah operasi khususnya Kabupaten Poso.

Pada Sabtu (5/7/2025), personel Subsatgas Binmas menyambangi Dusun Tamanjeka, Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, untuk melakukan silaturahmi dengan salah satu alumni deradikalisasi, Imron alias Genda alias Ahmad Bin Ali.

Silaturahmi ini dipimpin langsung oleh AKP Risdiyanto, didampingi oleh dua anggota Bhabinkamtibmas, Brigpol Sutrainsyah (Bhabin Desa Tiwaa) dan Brigpol Sugianto (Bhabin Kelurahan Tabalu).

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pendekatan untuk menetralisir situasi terkait keberadaan alumni deradikalisasiatau simpatisan di wilayah operasi.

Baca Juga:  5 Kasus Tindak Pidana Pemilu 2024 Ditangani Polda Sulteng, 4 Selesai dan 1 Sedang Diproses

Imron, yang telah kembali ke masyarakat usai menjalani proses hukum, kini menetap dan bekerja sebagai pekebun di Kelurahan Tabalu, Kecamatan Poso Pesisir.

Dalam pertemuan tersebut, ia menyatakan komitmennya mendukung penuh langkah-langkah Satgas dalam menjaga keamanan dan mencegah penyebaran paham radikalisme, anti-Pancasila, dan gerakan khilafatul muslimin di wilayah Poso.

“Kami siap mendukung Polri, khususnya Satgas Madago Raya, dalam menjaga dan memerangi radikalisme. Lingkungan kami harus aman dari pengaruh negatif. Ia juga menyampaikan apresiasinya atas kepedulian aparat yang terus menjalin komunikasi dengan masyarakat, khususnya alumni deradikalisasi,” ujar Imron saat berdialog dengan Kapolsek.

Baca Juga:  Kapolri Perintahkan Brimob dan Densus 88 Berantas Habis Seluruh Terorisme

Lebih lanjut, Imron juga mengungkapkan adanya persoalan lain yang perlu menjadi perhatian serius, yakni kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Poso Pesisir. Menurutnya, kedua masalah ini berpotensi membuka celah bagi masuknya paham-paham radikal apabila tidak segera ditangani secara serius oleh aparat keamanan dan masyarakat.

Kapolsek Poso Pesisir, AKP Risdiyanto, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas warga binaan sekaligus mendorong peran mereka dalam memutus mata rantai radikalisme di lingkungan sekitarnya.

“Keterlibatan sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang tangguh terhadap ideologi menyimpang dan mencegah regenerasi kelompok radikal di wilayah Poso Pesisir,” ujarnya.

Baca Juga:  Hari Sumpah Pemuda , Wakapolda Sulteng Sampaikan Amanat Menpora untuk Generasi Muda

Satgas terus menggencarkan metode pendekatan persuasif dan humanis, dengan harapan alumni deradikalisasidapat menjadi agen perdamaian di tengah masyarakat. Operasi Madago Raya sendiri merupakan operasi berkelanjutan untuk mengembalikan keamanan dan stabilitas di wilayah operasi khususnya Kabupaten Poso.

Dengan kegiatan seperti ini, Polri berharap peran serta masyarakat, khususnya eks napiter, semakin aktif dalam menjaga lingkungannya dari pengaruh radikal. Upaya ini juga diharapkan menjadi titik balik bagi penyintas masa lalu untuk berkontribusi dalam pembangunan dan di Tanah Poso.

banner

Komentar