Sambangi Tokoh Masyarakat Betaua, Satgas Madago Raya Ajak Warga Cegah Radikalisme

-News, Pendidikan, Religi-
oleh

Palu Nesia – Perosnel Operasi Madago Raya terus melakukan pendekatan langsung ke masyarakat. Melalui Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas Polsek Tojo, mereka menyambangi warga Desa Betaua, Kecamatan Tojo, Tojo Una-Una, pada Rabu (11/6/2025).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Bripka Jabbar Abu. Dalam kunjungan itu, anggota Satgas menyampaikan sejumlah pesan penting terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), serta membangun kedekatan dengan tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga:  Polda Sulteng Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Sengketa Tanah di Sigi

Salah satu yang menjadi perhatian utama dalam tersebut adalah pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama. Bripka Jabbar Abu mengimbau agar warga tetap saling menghormati, hidup rukun, dan bersama-sama menjaga lingkungan yang damai dan kondusif.

“Kami berharap masyarakat bisa terus menjaga keharmonisan, tidak mudah terprovokasi isu SARA atau hoaks, serta memperkuat persatuan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Bripka Jabbar Abu kepada warga dan tokoh masyarakat.

Baca Juga:  Pantau Kesiapan Pengadaan Logistik, Polda Sulteng: Kepolisian Siap Mengawal Pemilu 2024

Tak hanya itu, juga mengingatkan warga untuk selalu waspada terhadap kemungkinan masuknya paham-paham yang mengatasnamakan agama. Warga diminta segera melapor jika menemukan indikasi kegiatan mencurigakan di wilayah mereka.

Tokoh masyarakat Desa Betaua, Usman Mido, menyambut baik kehadiran Satgas Madago Raya dan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat di wilayahnya. Ia menegaskan komitmennya untuk ikut membantu menjaga keamanan lingkungan.

Baca Juga:  Instruksi Presiden, Polda Sulteng dan Polresta Palu kembali Gerebek Sarang Narkoba di Kayumalue

“Kami mendukung penuh langkah-langkah yang dilakukan Polri. Warga di sini siap bekerja sama dalam mencegah masuknya paham dan intoleran demi terciptanya keamanan dan kenyamanan bersama,” ujar Usman Mido.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif Operasi Madago Raya Tahap II, yang mengedepankan untuk menekan potensi gangguan keamanan, khususnya dari ancaman ideologi di wilayah Sulawesi Tengah.

banner

Komentar