Hipnoterapi Lintas Agama di Poso, Satgas Madago Raya Tanamkan Semangat Toleransi

-Kesehatan, News, Pendidikan, Religi-
oleh

Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, III Preventif Operasi Madago Raya menggelar kegiatan hipnoterapi di Hanggar Poskotis Tokorondo, Kecamatan , Kabupaten Poso, Rabu (25/6/2025). Sebanyak 250 pemuda dari tiga agama berbeda ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan yang bertujuan mempererat tali silaturahmi antar ini diikuti oleh 80 pemuda beragama Islam, 95 pemuda Hindu, dan 75 pemuda Kristen. Mereka mendapatkan edukasi dan dari tim hipnoterapi agar lebih mampu menjaga persatuan, toleransi, dan kedamaian di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Peduli Sesama Jelang PSU, Rohaniawan Kamtibmas Pikul Keranda Jenazah dalam Prosesi Pemakaman Warga

Kasatgas III Preventif Ops Madago Raya Kombes Pol Kurniawan Tandi Rongre, S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa hipnoterapi ini menjadi sarana efektif untuk membangkitkan semangat toleransi di kalangan generasi muda.

“Kita ingin menanamkan bahwa persatuan dan toleransi adalah fondasi utama pembangunan bangsa,” ujar Dansat Brimob dalam keterangannya, Kamis (26/6/2025).

Selain aparat keamanan seperti Pasiops, Pasilog, Pasimin, dan Kasi Provos Satgas III Preventif, hadir pula lintas agama, termasuk Ustaz Reza alumni deradikalisasi, para kepala desa sekitar, serta tokoh pemuda dari agama Hindu, Kristen, dan Islam. Kehadiran mereka menambah kuat pesan damai dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga:  Wujud Kepedulian, Satgas Madago Raya Kembali Serahkan Sembako di Dusun Tamanjeka

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Poso, I Nyoman Sudiana, mengapresiasi pelaksanaan hipnoterapi tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat tepat untuk memperkuat karakter pemuda yang saat ini masih rawan terpengaruh hal negatif.

“Kami berharap ini bisa dilakukan rutin untuk membimbing generasi muda agar lebih bermanfaat bagi keluarga, bangsa dan negara ,” kata Nyoman.

Baca Juga:  Usai Covid, Dunia Kembali Digegerkan Dengan Wabah Pneumonia di China, Ini Gejalanya!

Sekretaris Desa Tokorondo, Martdiana, juga menyambut baik pelaksanaan kegiatan. Ia menyebut hipnoterapi berjalan aman dan lancar serta disambut antusias oleh para .

“Kegiatan ini membuka ruang bagi para pemuda lintas agama untuk saling memahami dan mempererat persaudaraan,” ucapnya.

berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran kolektif di kalangan pemuda agar terus menjaga kerukunan dan berperan aktif menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Poso dan sekitarnya.

banner

Komentar