Tiga Lokasi Aksi May Day di Sulteng, Polisi Imbau Unjuk Rasa Damai

-Nasional, News-
oleh

Nesia – Peringatan atau May Day di Tengah, Kamis (1/5/2025), berlangsung di tiga titik berbeda, yakni Kabupaten , Kabupaten Buol, dan Kota Palu. Aksi tersebut merupakan bagian dari agenda tahunan para buruh untuk menyuarakan aspirasi dan tuntutan mereka.

Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Pol. Djoko Wienartono, mengatakan bahwa aksi May Day tahun ini telah diberitahukan secara kepada pihak kepolisian dan akan difokuskan di tiga lokasi tersebut. Ia menegaskan bahwa aparat telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan untuk memastikan aksi berjalan dengan aman dan tertib.

Baca Juga:  Resmi! Tiga Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Siap Bertarung di Pilkada Sulteng 2024

Di Kabupaten Morowali, aksi unjuk rasa dilakukan oleh Serikat Pekerja Industri Morowali (SPIM) dan Serikat Buruh Pertambangan dan Energi (SBIPE). Massa akan memusatkan aksinya di depan Kantor PT IMIP yang berlokasi di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, sebagai bentuk penyampaian aspirasi terhadap isu ketenagakerjaan di kawasan industri tersebut.

Sementara itu, di Kabupaten Buol, aksi digelar oleh Partai Buruh dan Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK). Mereka akan berkumpul di Bundaran Tugu Masjid Agung, Kelurahan Leok II, Kecamatan Biau. Aksi ini mengangkat berbagai isu kesejahteraan buruh dan perlindungan hak-hak pekerja di sektor informal.

Baca Juga:  Rohaniawan Kamtibmas Polri Ajak Generasi Muda Rawat Kerukunan Antar Umat Bergama di Poso

Untuk wilayah Kota Palu, aksi unjuk rasa dilaksanakan oleh Aliansi Perjuangan Masyarakat Sulawesi Tengah. Titik kumpul massa berada di Lapangan Vatulemo yang menjadi lokasi strategis untuk menyampaikan tuntutan kepada pemerintah daerah dan lembaga terkait.

Menanggapi aksi tersebut, Polda Sulteng menyatakan telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan organisasi buruh. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh kegiatan peringatan May Day berlangsung dalam suasana dan tidak mengganggu ketertiban umum.

Baca Juga:  Dai Polri Ajak Warga Desa Bambalemo Jaga Kamtibmas Pasca PSU di Parigi Moutong

Kombes Pol. Djoko juga mengungkapkan bahwa Polda telah menerima arahan langsung dari Kapolri melalui video conference sehari sebelumnya. Arahan tersebut menekankan pentingnya deteksi dini terhadap potensi gangguan serta pendekatan preventif dalam pengamanan unjuk rasa.

Polda Sulteng mengimbau seluruh aksi untuk menjaga ketertiban, menghindari tindakan provokatif, dan menyuarakan aspirasi secara damai. Dengan kesiapan pengamanan yang telah dilakukan, pihak kepolisian berharap peringatan May Day di Sulawesi Tengah dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

banner

Komentar