Satgas Madago Raya Libatkan Alumni Deradikalisasi Perkuat Jiwa Nasionalisme Generasi Muda

-News, Pendidikan, Religi-
oleh

Palu Nesia – Operasi Madago Raya menggelar kegiatan sambang dan pembinaan kepada para remaja Islam Masjid Nur Huda, Dusun Ratalemba, , Senin (5/5/2025).

Kegiatan ini dipimpin oleh Bripka Ismianto dari Tamanjeka, bersama Anwar Rifai bin Suprat alias Ustaz Reza, yang merupakan alumni program .

Dalam kegiatan tersebut, para remaja diberikan wawasan serta pemahaman bahaya dan penyalahgunaan narkoba. Kegiatan berlangsung di Lapangan Sepak Bola Dusun Tamanjeka, Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso.

Baca Juga:  883 Siswa di 6 Sekolah Poso Terima Asupan Gizi dari Program MBG Satgas Madago Raya

Selain sambang, Pos Kamtibmas Tamanjeka dan Ustaz Reza juga mengadakan sejumlah permainan edukatif yang bertujuan menanamkan nilai-nilai nasionalisme serta mempererat solidaritas antar pemuda.

Langkah ini dinilai strategis dalam membangun generasi penerus yang cinta tanah air serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

“Kegiatan ini bukan hanya upaya pencegahan, tapi juga membangun silaturahmi antara Satgas Mdago Raya dan masyarakat,” ujar Operasi Madago Raya, Kombes Pol. Kurniawan Tandi Rongre, S.I.K., M.Si., yang juga Sulteng.

Baca Juga:  Trail Adventure & Race Enduro Bhayangkara Otomotif Polda Sulteng Sukses Bikin Penonton Terpukau

Ia menambahkan, pendekatan humanis melalui edukasi seperti ini sangat efektif untuk menyentuh generasi muda secara langsung. Kami ingin mereka tumbuh dengan kesadaran kebangsaan yang kuat dan menjadi agen perubahan positif di lingkungannya.

Menurut Dansat Brimob, keterlibatan tokoh-tokoh lokal seperti alumni deradikalisasi juga menjadi langkah strategis dalam memberikan edukasi kepada generasi muda tentang bahaya ideologi kekerasan dan penyimpangan sosial lainnya.

Baca Juga:  Kapolda Sulteng Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat 961 Personel Polri dan PNS Polri

“Dengan kegiatan ini, kami berharap dapat membentengi generasi muda dari pengaruh paham radikal dan penyalahgunaan narkoba melalui pendekatan edukatif dan persuasif,” pungkasnya.

banner

Komentar