Rohaniawan Polri Sambangi Warga Balinggi, Ajak Tolak Radikalisme

-News, Pendidikan, Religi-
oleh

Ngataku – Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya melalui rohaniawan Polri Aipda I Putu Kariasa melaksanakan sambang dan kepada serta warga di Dusun Telugtug, Desa Balinggijati, Kecamatan Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (24/5/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Aipda I Putu Kariasa menemui tokoh masyarakat I Made Saji dan sejumlah warga setempat. Kegiatan sambang ini merupakan bagian dari pendekatan humanis yang dilakukan Satgas Madago Raya dalam menjaga situasi dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pasca Ulang () di Kabupaten Parigi Moutong.

Baca Juga:  Dai Polri Ajak Pengurus Masjid An Nur Poso Jaga Kerukunan dan Waspadai Radikalisme

Aipda Kariasa menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga ketenangan dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah. Ia juga mengajak warga, termasuk tim-tim pemenangan pasangan calon, untuk menghormati hasil yang telah ditetapkan (KPU).

“Siapapun yang terpilih nanti sebagai Bupati dan Wakil Bupati, itulah hasil sah dari proses demokrasi. Mari kita terima dengan lapang dada dan bersama-sama membangun Kabupaten Parigi Moutong,” ujar Aipda Kariasa kepada warga.

Baca Juga:  Kasatgas III Preventif Ops Madago Raya Apresiasi Program Hipnoterapi untuk Warga Poso

Selain itu, Aipda Kariasa juga menekankan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham radikal dan intoleran yang dapat merusak serta persatuan bangsa.

“Penting untuk terus mempererat rasa persaudaraan dan saling menghormati antar pemeluk agama. Kita harus menjadi masyarakat yang cerdas dan tidak mudah terpecah oleh provokasi yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Baca Juga:  Jelang Pilkada, Satgas Madago Raya Serukan Pentingnya Wawasan Kebangsaan dan Kamtibmas

Warga yang hadir menyambut positif kegiatan sambang tersebut. Mereka menyatakan kesiapan untuk ikut menjaga situasi kondusif di wilayahnya dan menolak segala bentuk ajaran radikal yang bisa mengganggu stabilitas daerah.

Satgas Madago Raya berkomitmen untuk terus melakukan pendekatan dialogis kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya preemtif dalam menciptakan suasana yang , damai, dan tertib, khususnya di wilayah operasi.

banner

Komentar