Edukasi Anak Soal Lalu Lintas, Polda Sulteng Inisiasi Taman Edukatif, Ini Kendalanya!

-News-
oleh

Palu Nesia – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda berencana membangun taman lalu lintas di Palu. Rencana tersebut diungkap langsung oleh Dirlantas Polda Sulteng, Kombes Pol Atot Irawan, Jumat (9/5/2025).

“Kami hanya butuh lahan hibah dari pemerintah. Untuk pembangunan dan lainnya akan menggunakan dana dari kepolisian, baik dari Polda Sulteng maupun . Nanti kami upayakan,” kata Kombes Atot kepada di Palu.

Baca Juga:  Pelaku Penyerangan di Kota Palu Diringkus Tim Patroli Perintis Presisi Polda Sulteng

Menurut Atot, keberadaan taman lalu lintas sangat penting sebagai sarana edukasi sejak dini. Karena itu, ia menyatakan lokasi taman sebaiknya berada di luar lingkungan kantor kepolisian.

“Kalau di dalam kantor polisi, masyarakat biasanya segan datang. Kami ingin taman ini berada di luar kantor dan dibuka untuk umum, khususnya untuk anak-anak dari tingkat PAUD, SD, , SMA hingga mahasiswa,” ujarnya.

Baca Juga:  Kapolda Sulteng Pimpin Upacara Bendera HUT Kemerdekaan RI ke-79 di Poso Bersama Eks Napiter

Atot juga menyebutkan, dalam waktu dekat Sulteng akan bersurat secara ke Tengah untuk mengajukan permohonan hibah lahan seluas minimal satu hektare. Bila memungkinkan, dua hektare dianggap lebih ideal.

“Lahan itu akan digunakan untuk membangun miniatur-miniatur lalu lintas, supaya anak-anak dan masyarakat bisa belajar langsung tentang tata tertib berkendara,” jelas Atot.

Lebih lanjut, Dirlantas menerangkan berdasarkan hasil analisa dan evaluasi di setiap operasi, korban kecelakaan lalu lintas di Sulawesi Tengah sangat tinggi khususnya pengendara di usia produktif. Ia pun berharap rencana tersebut bisa segera direalisasikan oleh pemerintah Sulawesi Tengah.

Baca Juga:  Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Gubernur Sulteng Ajak Polri Perkuat Profesionalisme dan Kepercayaan Publik

“Kami mohon doa restu dari semua pihak agar taman lalu lintas di Kota Palu bisa segera terwujud untuk menekan angka kecelakaan lalulintas di Sulawesi Tengah,” tutupnya.

banner

Komentar