Deradikalisasi Merubah Jumardin, Kini Dipercaya Jadi Ketua Karang Taruna di Poso

-News, Pendidikan, Religi-
oleh

Nesia – Satgas II Preemtif Operasi terus menggencarkan pendekatan kepada warga binaannya, termasuk mereka yang pernah terlibat dalam jaringan terorisme di Kabupaten Poso dan sekitarnya.

Pada Sabtu (3/5/2025), tim yang dipimpin oleh Kapolsek Poso Pesisir Selatan, IPTU Arkam AR, melaksanakan ke rumah Jumardin, warga Desa Taunca, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, yang merupakan warga alumni deradikalisasi.

Jumardin dulunya merupakan anggota kelompok teroris pimpinan Ali Kalora, yang pernah menjadi buruan aparat keamanan di wilayah Poso dan sekitarnya. Ia telah menjalani hukuman pidana atas keterlibatannya dan kini kembali menjalani kehidupan normal di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Meriahkan HUT RI, Satgas Madago Raya Gelar Berbagai Lomba Rakyat di Poso

Dalam kesehariannya, Jumardin kini aktif sebagai petani dan telah membaur sepenuhnya dengan warga sekitar. Keberadaannya diterima baik oleh masyarakat, yang melihat transformasi positif dari sosok yang dulu sempat terlibat dalam aksi tersebut.

Tak hanya kembali ke masyarakat, Jumardin kini dipercaya menjadi Ketua Karang Taruna Desa Taunca. Ia bahkan tengah mempersiapkan sejumlah program sosial dan kepemudaan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang.

Baca Juga:  Kibarkan Semangat Merah Putih, Satgas Madago Raya Tanamkan Jiwa Nasionalisme Siswa SDN Pasau

Kepada Kapolsek IPTU Arkam AR, Jumardin menyatakan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan Madago Raya. Ia juga menyampaikan kesiapan untuk membantu aparat keamanan menjaga situasi di wilayah Poso Pesisir Selatan agar tetap kondusif.

“Kami siap bersinergi demi keamanan bersama. Poso sudah cukup banyak mengalami konflik, sekarang saatnya membangun kembali kabupaten yang di kita cintai ini,” ujar Jumardin dengan penuh kekeluargaan tersebut.

Baca Juga:  Peduli Kesehatan Warga, Satgas Madago Raya Gelar Pengobatan Gratis di Desa Kilo Poso

IPTU Arkam AR dalam kesempatan itu juga mengingatkan pentingnya menjaga perdamaian dan terus menolak ideologi yang bisa merusak persatuan. Ia mengajak Jumardin dan warga lainnya untuk aktif dalam menyebarkan pesan-pesan toleransi dan kebersamaan.

“Operasi tidak ada lagi upaya represif, tapi juga merangkul masyarakat, termasuk mereka warga alumni yang sudah berubah, untuk bersama-sama menjaga Poso agar tetap aman, damai, dan sejahtera,” pungkasnya.

banner

Komentar