Deradikalisasi Merubah Jumardin, Kini Dipercaya Jadi Ketua Karang Taruna di Poso

-News, Pendidikan, Religi-
oleh

Palu Nesia – II Preemtif Operasi Madago Raya terus menggencarkan pendekatan humanis kepada warga binaannya, termasuk mereka yang pernah terlibat dalam jaringan terorisme di dan sekitarnya.

Pada Sabtu (3/5/2025), tim yang dipimpin oleh , IPTU Arkam AR, melaksanakan sambang dan silaturahmi ke rumah Jumardin, warga Desa Taunca, Kecamatan , yang merupakan warga alumni .

Jumardin dulunya merupakan anggota kelompok teroris pimpinan Ali Kalora, yang pernah menjadi buruan aparat keamanan di wilayah Poso dan sekitarnya. Ia telah menjalani hukuman pidana atas keterlibatannya dan kini kembali menjalani kehidupan normal di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Kabidhumas Polda Sulteng Tekankan Peran Bhabinkamtibmas dalam Penerapan Program SIIP

Dalam kesehariannya, Jumardin kini aktif sebagai petani dan telah membaur sepenuhnya dengan warga sekitar. Keberadaannya diterima baik oleh masyarakat, yang melihat transformasi positif dari sosok yang dulu sempat terlibat dalam aksi radikal tersebut.

Tak hanya kembali ke masyarakat, Jumardin kini dipercaya menjadi Ketua Karang Taruna Desa Taunca. Ia bahkan tengah mempersiapkan sejumlah program sosial dan kepemudaan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan RI pada mendatang.

Baca Juga:  Soal Isu Terima Aliran Dana Ratusan Juta dari Pengusaha, Gubernur Sulteng Geram!

Kepada IPTU Arkam AR, Jumardin menyatakan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan Operasi Madago Raya. Ia juga menyampaikan kesiapan untuk membantu aparat keamanan menjaga situasi kamtibmas di wilayah Selatan agar tetap kondusif.

“Kami siap bersinergi demi keamanan bersama. Poso sudah cukup banyak mengalami konflik, sekarang saatnya membangun kembali kabupaten yang di kita cintai ini,” ujar Jumardin dengan penuh kekeluargaan tersebut.

Baca Juga:  Meriah! Kaops Madago Raya Lepas Ratusan Peserta Jalan Sehat Meriahkan HUT RI ke-80 di Tamanjeka

IPTU Arkam AR dalam kesempatan itu juga mengingatkan pentingnya menjaga perdamaian dan terus menolak ideologi radikal yang bisa merusak persatuan. Ia mengajak Jumardin dan warga lainnya untuk aktif dalam menyebarkan pesan-pesan toleransi dan kebersamaan.

“Operasi Madago Raya tidak ada lagi upaya represif, tapi juga merangkul masyarakat, termasuk mereka warga alumni deradikalisasi yang sudah berubah, untuk bersama-sama menjaga Poso agar tetap aman, , dan sejahtera,” pungkasnya.

banner

Komentar