Satgas Madago Raya Pastikan Perayaan Galungan di Poso Berjalan Aman Kondusif

-News, Pendidikan, Religi-
oleh

Nesia — Dalam rangka memperingati Hari Raya serta memperkuat sinergi antara dan , Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya melaksanakan kegiatan kepada warga serta tokoh masyarakat di Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Rabu (23/4/).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ps. Kanit Binmas Polsek Poso Pesisir Utara, AIPTU Rahmat Hidayat S, yang mengunjungi dua tempat umat Hindu, yaitu Pura Agung Sangga Buana di Desa Trimulya dan Pura Puncak Natar Sari di Desa Maranda.

Baca Juga:  Tokoh Masyarakat Torue Dukung Satgas Madago Raya Jaga Kondusifitas Jelang Hari Kemerdekaan RI

Kunjungan dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas Hari Raya Galungan serta sebagai ajang untuk membangun komunikasi yang baik antara aparat dan masyarakat.

Dalam sambangnya, AIPTU Rahmat menyampaikan sejumlah pesan kepada warga. Ia menekankan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban secara bersama-sama serta mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu provokatif, khususnya yang berkaitan dengan radikalisme dan intoleransi.

Baca Juga:  Dorong Semangat Kebangsaan, Satgas Madago Raya Gelar Upacara Bendera di Poso

“Peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan sangat kami harapkan. Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari warga. Oleh karena itu, mari kita jaga bersama situasi yang aman dan ,” ujar Rahmat.

Warga menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas perhatian serta kepedulian Polri terhadap keamanan wilayah. Mereka juga menyatakan kesiapan untuk mendukung penuh pelaksanaan Operasi Madago Raya yang saat ini tengah berlangsung.

Baca Juga:  Komitmen Jaga Stabilitas, Satgas Madago Raya Amankan Ibadah Umat Kristiani di Poso

Kegiatan sambang ini bertujuan untuk membangun kemitraan antara kepolisian dan masyarakat dalam upaya menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, khususnya di wilayah yang sebelumnya rawan terhadap potensi konflik sosial dan ideologi ekstrem.

Dengan terjalinnya komunikasi yang harmonis antara aparat kepolisian dan masyarakat, diharapkan Poso Pesisir Utara dapat terus menjadi wilayah yang aman, tenteram, serta bebas dari pengaruh paham-paham yang mengancam keutuhan dan persatuan bangsa.

banner

Komentar