Satgas Madago Raya Pastikan Perayaan Galungan di Poso Berjalan Aman Kondusif

-News, Pendidikan, Religi-
oleh

Palu Nesia — Dalam rangka memperingati Hari Raya Galungan serta memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat, personel Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya melaksanakan kegiatan sambang dan silaturahmi kepada serta di Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Rabu (23/4/2025).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ps. Kanit Binmas Polsek Pesisir Utara, AIPTU Rahmat Hidayat S, yang mengunjungi dua tempat ibadah umat Hindu, yaitu Pura Agung Sangga Buana di Desa Trimulya dan Pura Puncak Natar Sari di Desa Maranda.

Baca Juga:  Polda Sulteng Dalami Temuan 22 Excavator di Lokasi Perkebunan Warga Dugaan Aktivitas PETI Buol

Kunjungan dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas Hari Raya Galungan serta sebagai ajang untuk membangun komunikasi yang baik antara aparat dan masyarakat.

Dalam sambangnya, AIPTU Rahmat menyampaikan sejumlah kepada warga. Ia menekankan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban secara bersama-sama serta mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu provokatif, khususnya yang berkaitan dengan dan intoleransi.

Baca Juga:  Dai Polri Ajak Pengurus Masjid An Nur Poso Jaga Kerukunan dan Waspadai Radikalisme

“ aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan sangat kami harapkan. Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari warga. Oleh karena itu, mari kita jaga bersama situasi yang aman dan damai,” ujar Rahmat.

menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas perhatian serta kepedulian Polri terhadap keamanan wilayah. Mereka juga menyatakan kesiapan untuk mendukung penuh pelaksanaan Operasi Madago Raya yang saat ini tengah berlangsung.

Baca Juga:  Sinergi Da'i Polri dan Eks Simpatisan Poso, Cegah Radikalisme dan Jaga Toleransi

Kegiatan sambang ini bertujuan untuk membangun kemitraan antara kepolisian dan masyarakat dalam upaya menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, khususnya di wilayah yang sebelumnya rawan terhadap potensi konflik dan ideologi ekstrem.

Dengan terjalinnya komunikasi yang harmonis antara aparat kepolisian dan masyarakat, diharapkan Pesisir Utara dapat terus menjadi wilayah yang aman, tenteram, serta bebas dari pengaruh paham-paham yang mengancam keutuhan dan persatuan bangsa.

banner

Komentar