Satgas Madago Raya Pastikan Perayaan Galungan di Poso Berjalan Aman Kondusif

-News, Pendidikan, Religi-
oleh

Nesia — Dalam rangka memperingati Hari Raya serta memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat, Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya melaksanakan kegiatan sambang dan silaturahmi kepada warga serta tokoh masyarakat di Kecamatan Utara, Kabupaten Poso, Tengah, pada Rabu (23/4/).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ps. Kanit Binmas Poso Pesisir Utara, AIPTU Rahmat Hidayat S, yang mengunjungi dua tempat umat Hindu, yaitu Pura Agung Sangga Buana di Desa Trimulya dan Pura Puncak Natar Sari di Desa Maranda.

Baca Juga:  Momentum HUT RI ke-80, Kapolda Sulteng Serahkan Bantuan Mesin Jahit ke Istri Eks Napiter di Poso

Kunjungan dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas Hari Raya Galungan serta sebagai ajang untuk membangun komunikasi yang baik antara aparat dan masyarakat.

Dalam sambangnya, AIPTU Rahmat menyampaikan sejumlah pesan kamtibmas kepada warga. Ia menekankan pentingnya menjaga situasi dan ketertiban secara bersama-sama serta mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu provokatif, khususnya yang berkaitan dengan dan intoleransi.

Baca Juga:  1.783 Personel Polda Sulteng Diterjunkan Amankan Tahap Kampanye Pemilu 2024

“Peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan sangat kami harapkan. Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari warga. Oleh karena itu, mari kita jaga bersama situasi yang aman dan damai,” ujar Rahmat.

Warga menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas perhatian serta kepedulian Polri terhadap keamanan wilayah. Mereka juga menyatakan kesiapan untuk mendukung penuh pelaksanaan Operasi Madago Raya yang saat ini tengah berlangsung.

Baca Juga:  Jaga Stabilitas Keamanan, Satgas Madago Raya Gelar Razia di Pakareme

Kegiatan sambang ini bertujuan untuk membangun kemitraan antara kepolisian dan masyarakat dalam upaya menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, khususnya di wilayah yang sebelumnya rawan terhadap potensi konflik sosial dan ideologi ekstrem.

Dengan terjalinnya komunikasi yang harmonis antara aparat kepolisian dan masyarakat, diharapkan Poso Pesisir Utara dapat terus menjadi wilayah yang aman, tenteram, serta bebas dari pengaruh paham-paham yang mengancam keutuhan dan persatuan bangsa.

banner

Komentar