Satgas Madago Raya Pastikan Perayaan Galungan di Poso Berjalan Aman Kondusif

-News, Pendidikan, Religi-
oleh

Palu Nesia — Dalam rangka memperingati Hari Raya Galungan serta memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat, personel Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya melaksanakan kegiatan sambang dan silaturahmi kepada warga serta tokoh di Kecamatan Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Rabu (23/4/2025).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ps. Kanit Binmas Polsek Poso Pesisir Utara, AIPTU Rahmat Hidayat S, yang mengunjungi dua tempat umat Hindu, yaitu Pura Agung Sangga Buana di Desa Trimulya dan Pura Puncak Natar Sari di Desa Maranda.

Baca Juga:  Kapolda Sulteng Rotasi 229 Personel, Perkuat Polres Balut dan Kukuhkan Pejabat Polresta Banggai

Kunjungan dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas Hari Raya Galungan serta sebagai ajang untuk membangun komunikasi yang baik antara aparat dan masyarakat.

Dalam sambangnya, AIPTU Rahmat menyampaikan sejumlah pesan kepada warga. Ia menekankan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban secara bersama-sama serta mengajak untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu provokatif, khususnya yang berkaitan dengan radikalisme dan intoleransi.

Baca Juga:  Kapolda Sulteng Beri Arahan ke Bhabinkamtibmas Jelang Pemilu 2024, Ini Pesannya!

“Peran aktif dalam menjaga lingkungan sangat kami harapkan. Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari warga. Oleh karena itu, mari kita jaga bersama situasi yang aman dan damai,” ujar Rahmat.

Warga menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan atas perhatian serta kepedulian Polri terhadap keamanan wilayah. Mereka juga menyatakan kesiapan untuk mendukung penuh pelaksanaan Operasi Madago Raya yang saat ini tengah berlangsung.

Baca Juga:  Pastikan Anggota Polri Bersikap Netral pada Pemilu 2024, Kapolda Sulteng: Fokus Pengamanan!

Kegiatan sambang ini bertujuan untuk membangun kemitraan antara kepolisian dan dalam upaya menciptakan situasi yang kondusif, khususnya di wilayah yang sebelumnya rawan terhadap potensi konflik sosial dan ideologi ekstrem.

Dengan terjalinnya komunikasi yang harmonis antara aparat kepolisian dan masyarakat, diharapkan Poso dapat terus menjadi wilayah yang aman, tenteram, serta bebas dari pengaruh paham-paham yang mengancam keutuhan dan persatuan bangsa.

banner

Komentar