Imam Masjid Nur Fatra Dukung Polri Menjaga Keamanan dan Tolak Paham Radikal di Poso

-News, Religi-
oleh

Palu Nesia – Dalam rangka menjaga dan kedamaian di , tim Da'i Polri yang terdiri dari Ipda Ilham Sriwan, Aiptu Ridwan, dan Aipda Sofyan Al Liosi, melakukan sambang dan silaturahmi kepada Imam Nur Fatra, Ustadz Muh. Ansyar di Jl. Pulau Batam, Kelurahan Moengko, Kecamatan Poso Kota, Kabupaten Poso, pada Rabu (2/4/).

Dalam kesempatan tersebut, tim Da'i Polri mengajak Ustadz Muh. Ansyar untuk bersama-sama menjaga keamanan yang sudah semakin kondusif, serta menanamkan sikap antar umat beragama.

Baca Juga:  Semangat Gotong Royong, Satgas Madago Raya Kerja Bakti bersama Warga Patiwunga di Masjid Al Ikhlas

Hal ini bertujuan untuk menciptakan rasa persatuan dan kesatuan dalam masyarakat, sehingga diharapkan Poso akan tetap aman, tenang, dan damai di masa yang akan datang.

Selain itu, tim Da'i Polri juga mengingatkan kepada untuk selalu waspada dan tidak lengah. Meskipun situasi terkini sudah kondusif, tidak menutup kemungkinan masih ada kelompok-kelompok kecil yang berusaha menyebarkan paham radikal dan .

Baca Juga:  Satgas Madago Raya Sambangi Warga di Tolai Barat, Ajak Jaga Kamtibmas

Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk menjauhi ideologi yang menyimpang dan menyesatkan, serta menjaga nikmat keamanan yang diberikan oleh Allah Azza Wa Jalla.

Silaturahmi ini diharapkan dapat membangun komitmen bersama dalam menanggulangi paham-paham radikal, separatis, serta kelompok intoleran yang berpotensi mengganggu ketertiban di wilayah Kabupaten Poso.

Dalam pertemuan tersebut, Ustadz Muh. Ansyar menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim Da'i Polri atas perhatian dan kerjasamanya.

Baca Juga:  Rohaniawan Kamtibmas Satgas Madago Raya Ajak Tokoh Gereja Perkuat Toleransi dan Kerukunan di Poso

Ia juga berkomitmen untuk mendukung upaya Polri dalam mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas) yang aman dan kondusif di Kabupaten Poso.

Dengan yang erat antara aparat keamanan dan , diharapkan Kabupaten Poso dapat terus terjaga dari ancaman paham radikal dan intoleransi yang dapat merusak kerukunan antar umat beragama.

banner

Komentar