Imam Masjid Nur Fatra Dukung Polri Menjaga Keamanan dan Tolak Paham Radikal di Poso

-News, Religi-
oleh

Nesia – Dalam rangka menjaga keamanan dan kedamaian di Kabupaten , tim Da'i Polri yang terdiri dari Ipda Ilham Sriwan, Aiptu Ridwan, dan Aipda Sofyan Al Liosi, melakukan dan silaturahmi kepada Imam Masjid Nur Fatra, Ustadz Muh. Ansyar di Jl. Pulau Batam, Kelurahan Moengko, Kecamatan Poso Kota, Kabupaten Poso, pada Rabu (2/4/).

Dalam kesempatan tersebut, tim Da'i Polri mengajak Ustadz Muh. Ansyar untuk bersama-sama menjaga keamanan yang sudah semakin kondusif, serta menanamkan sikap antar umat beragama.

Baca Juga:  Hari Bhayangkara ke-79, Ketua Wahdah Islamiyah Sulteng Apresiasi Polri Hadir Jaga Keamanan dan Kerukunan Umat

Hal ini bertujuan untuk menciptakan rasa persatuan dan kesatuan dalam , sehingga diharapkan Poso akan tetap aman, tenang, dan damai di masa yang akan datang.

Selain itu, tim Da'i Polri juga mengingatkan kepada Imam Masjid untuk selalu waspada dan tidak lengah. Meskipun situasi terkini sudah kondusif, tidak menutup kemungkinan masih ada kelompok-kelompok kecil yang berusaha menyebarkan paham dan intoleran.

Baca Juga:  Patroli Jalur Klasik, Satgas Madago Raya Cegah Pembentukan Tempat Pelatihan Radikal di Poso

Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk menjauhi ideologi yang menyimpang dan menyesatkan, serta menjaga nikmat keamanan yang diberikan oleh Allah Azza Wa Jalla.

Silaturahmi ini diharapkan dapat membangun bersama dalam menanggulangi paham-paham radikal, separatis, serta kelompok intoleran yang berpotensi mengganggu ketertiban di wilayah Kabupaten Poso.

Dalam pertemuan tersebut, Ustadz Muh. Ansyar menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim Da'i Polri atas perhatian dan kerjasamanya.

Baca Juga:  Dibalik Event Balap Motor, Ada Misi Kemanusiaan Dilakukan Kaops Madago Raya di Poso

Ia juga berkomitmen untuk mendukung upaya Polri dalam mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas) yang aman dan kondusif di Kabupaten Poso.

Dengan yang erat antara aparat keamanan dan tokoh agama, diharapkan Kabupaten Poso dapat terus terjaga dari ancaman paham radikal dan yang dapat merusak kerukunan antar umat beragama.

banner

Komentar