Cegah Radikalisme, Wahdah Islamiyah Komitmen Menjaga Kedamaian di Sulawesi Tengah

-News-
oleh

Palu Nesia – tetap menjadi ancaman serius terhadap persatuan bangsa. Untuk menangkal penyebaran paham ekstrem, Wahdah Islamiyah Tengah terus berperan aktif dalam membangun pemahaman Islam yang moderat.

Dalam talkshow podcast presisi Sulawesi Tengah, Ketua DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Tengah, K.H. Muhammad Yani Abdul Karim, Lc., M.A., menegaskan bahwa salah satu akar radikalisme adalah kesalahpahaman dalam memahami ajaran Islam.

“Banyak kelompok yang menyalahgunakan konsep jihad dengan memanipulasi informasi, sehingga menyebabkan penyesatan terhadap masyarakat. Jihad yang sebenarnya bukanlah kekerasan, melainkan perjuangan intelektual dan amal kebaikan untuk kemaslahatan umat,” jelasnya.

Baca Juga:  Katpuan Pendeta se-Sigi, Prof. Zainal: Jadikan Perbedaan sebagai Perekat, Bukan Pemecah Bangsa

menjadi kunci utama dalam membentuk yang memiliki pemahaman luas dan wawasan kebangsaan yang baik.

Sebagai organisasi yang fokus pada , pendidikan, dan , Wahdah Islamiyah telah mendirikan 13 cabang di Sulawesi Tengah, serta mendirikan lembaga pendidikan dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi.

“Kami memiliki komunitas dakwah di kampus dan sekolah, sebagai wadah bagi anak muda untuk belajar Islam dengan pendekatan yang benar. Dengan demikian, mereka tidak mudah terpengaruh oleh ajaran ekstrem yang menyesatkan,” tambahnya.

Ustaz Yani juga menambahkan, selain melalui pendidikan, Wahdah Islamiyah aktif dalam berbagai kegiatan sosial untuk memperkuat persaudaraan dalam keberagaman.

Baca Juga:  Momen Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Brigpol Akyko Kapito Raih Penghargaan dari Kapolri

Organisasi ini, kata dia, telah menjalin kerja sama dengan aparat dalam berbagai program edukasi, termasuk pencegahan narkoba, pergaulan bebas, serta ancaman ideologi radikal.

Pada kesempatan yang sama, Polda Sulawesi Tengah menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, aparat keamanan, dan organisasi masyarakat dalam menjaga stabilitas . Kolaborasi ini sangat diperlukan untuk memastikan paham radikal tidak memiliki ruang untuk berkembang di masyarakat.

Ketahanan keluarga juga menjadi aspek penting dalam pencegahan radikalisme. Menurut K.H. Muhammad Yani Abdul Karim, orang tua perlu lebih aktif dalam membimbing anak-anak agar tidak terpengaruh oleh propaganda yang tersebar di media sosial.

Baca Juga:  Safari Kamtibmas di Poso, Dai Kamtibmas Polri Gandeng Tokoh Masyarakat Tolak Radikalisme

“Ancaman terbesar saat ini bukan hanya radikalisme, tetapi juga narkoba, kenakalan , dan pergaulan bebas. Keluarga harus menjadi benteng utama agar generasi muda tetap berada di jalur yang benar,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Wahdah Islamiyah Sulawesi Tengah berkomitmen untuk terus menyebarkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin, dengan mengedepankan dialog terbuka dan semangat kebersamaan.

Dengan adanya sinergi antara ulama, aparat keamanan, dan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan radikalisme semakin efektif, sehingga Sulawesi Tengah dapat tetap menjadi wilayah yang aman dan harmonis dalam keberagaman, tandasnya.

banner

Komentar