Satgas Madago Raya Giatkan Program Deradikalisasi, Sambangi Warga Binaan di Poso Pesisir

-News-
oleh

– Dalam upaya mendukung program deradikalisasi dan meminimalisir potensi gangguan , Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya melaksanakan kegiatan sambang silahturahmi di rumah warga binaan, Abd Hadib alias Acon Bambu, yang merupakan mantan napi (Napiter) terkait jaringan kelompok MIT (Mujahidin Timur), pada Sabtu (7/12/).

Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi perkembangan dan menggali informasi terkait keberadaan eks Napiter serta simpatisannya di wilayah Kecamatan Pesisir, khususnya di Desa Masamba.

Baca Juga:  Tanamkan Jiwa Nasionalisme, Satgas Madago Raya Ajak Siswa SD SMP Uweralulu Cintai Tanah Air

Abd Hadib, yang pernah terlibat dalam jaringan kelompok MIT yang dipimpin oleh Ali Kalora di Poso, menjalani penahanan dan setelah bebas, kini menetap di Desa Masamba bersama keluarga. Sehari-harinya, ia bekerja sebagai petani.

Dalam pertemuan tersebut, Abd Hadib menyampaikan bahwa dirinya dan warga sekitar sudah terbuka terhadap kehadiran aparat kepolisian. Ia mengaku siap mendukung operasi Madago Raya yang bertujuan untuk meminimalisir ancaman dari kelompok yang berpotensi mengganggu situasi keamanan di wilayah Poso Pesisir yang saat ini sudah kondusif.

Baca Juga:  Ormas FPB Sesalkan Kritikan Penghinaan Rocky Gerung ke Presiden Jokowi

Kapolsek Poso Pesisir, melalui Kanit Binmas Ipda Ramlin, menegaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui perkembangan aktivitas masyarakat, termasuk peran serta eks Napiter dalam mencegah paham radikalisme.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong eks Napiter untuk menjadi agen perubahan dengan aktif membantu aparat keamanan dalam memberantas potensi radikalisme di daerah tersebut.

Baca Juga:  Imam Masjid dan Pegawai Syara Ikut Pelatihan Khusus Tangkal Paham Radikalisme di Parigi Moutong

“Melalui pendekatan ini, untuk mengetahui aktivitas masyarakat. Kami juga mendorong eks Napiter menjadi agen perubahan untuk membantu kami menjaga situasi yang dan kondusif di wilayah Poso Pesisir,” ujar Ipda Ramlin.

Dengan langkah-langkah ini, berharap dapat mengurangi potensi ancaman yang dapat merusak keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut serta mendukung suksesnya program deradikalisasi di Sulawesi Tengah khususnya wliayah operasi kabupaten Poso.

banner

Komentar