Satgas Madago Raya Giatkan Program Deradikalisasi, Sambangi Warga Binaan di Poso Pesisir

-News-
oleh

Palu Nesia – Dalam upaya mendukung program deradikalisasi dan meminimalisir potensi gangguan keamanan, Satgas II Preemtif Operasi melaksanakan kegiatan sambang silahturahmi di rumah warga binaan, Abd Hadib alias Acon Bambu, yang merupakan mantan napi terorisme (Napiter) terkait jaringan kelompok MIT (Mujahidin Timur), pada Sabtu (7/12/2024).

Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi perkembangan dan menggali informasi terkait keberadaan eks Napiter serta simpatisannya di wilayah Kecamatan Pesisir, khususnya di Desa Masamba.

Baca Juga:  Satgas Madago Raya Ajak Ibu-ibu Desa Membuke Jaga Kondusivitas Wilayah Operasi

Abd Hadib, yang pernah terlibat dalam jaringan kelompok MIT yang dipimpin oleh Ali Kalora di Kabupaten Poso, menjalani penahanan dan setelah bebas, kini menetap di Desa bersama keluarga. Sehari-harinya, ia bekerja sebagai petani.

Dalam pertemuan tersebut, Abd Hadib menyampaikan bahwa dirinya dan warga sekitar sudah terbuka terhadap kehadiran aparat kepolisian. Ia mengaku siap mendukung operasi yang bertujuan untuk meminimalisir ancaman dari kelompok radikal yang berpotensi mengganggu situasi keamanan di wilayah yang saat ini sudah kondusif.

Baca Juga:  Kunjungi Ponpes di Tamanjeka, Kaops Madago Raya Perkuat Sinergi Cegah Radikalisme

Kapolsek Poso Pesisir, melalui Kanit Binmas Ipda Ramlin, menegaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui perkembangan aktivitas masyarakat, termasuk peran serta eks Napiter dalam mencegah paham radikalisme.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong eks Napiter untuk menjadi dengan aktif membantu aparat keamanan dalam memberantas potensi radikalisme di daerah tersebut.

Baca Juga:  Awali Tahun Baru 2025, Kapolda Sulteng Beri Penghargaan ke Satker dan Personel Berprestasi

“Melalui pendekatan ini, untuk mengetahui aktivitas masyarakat. Kami juga mendorong eks Napiter menjadi untuk membantu kami menjaga situasi yang dan kondusif di wilayah Poso Pesisir,” ujar Ipda Ramlin.

Dengan langkah-langkah ini, berharap dapat mengurangi potensi ancaman yang dapat merusak keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut serta mendukung suksesnya program deradikalisasi di Sulawesi Tengah khususnya wliayah operasi kabupaten Poso.

banner

Komentar