Dai Polri Sambangi Kepala Desa Tolai untuk Cegah Paham Radikalisme

-News-
oleh

Nesia – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Da'i Polri Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya melaksanakan kegiatan sambang dan silaturahmi di Dusun 2 Desa Tolai, Kecamatan Torue, Kabupaten Moutong.

Kegiatan ini berlangsung pada Senin (23/12/), bertempat di Kantor Desa Tolai dan melibatkan Tolai, I Made Gede Dwipayana, beserta perangkat desa.

Da'i Polri yang terdiri dari Aiptu Erwin L., Aiptu Irwan, Aiptu Zulham, dan Aiptu Arwin Ab. hadir dengan misi menjalin kerja sama dengan perangkat desa dan masyarakat guna menangkal masuknya paham radikal dan intoleran di wilayah Kecamatan Torue. Selain itu, kegiatan ini bertujuan menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas) yang kondusif, terutama menjelang pelaksanaan Pilkada.

Baca Juga:  Kemah Dakwah dan Porseni M.Ts Se-KKM Wilayah 1 Parigi, Dai Polri Ingatkan Bahaya Radikalisme

Dalam pertemuan tersebut, Da'i Polri memberikan pemahaman terkait bahaya paham radikal, , serta penyebaran berita hoaks yang dapat merusak keharmonisan masyarakat.

Dai Polri juga menekankan pentingnya peran , tokoh agama, dan perangkat desa dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya kepada pemuda dan remaja, tentang dampak ideologi radikal dan intoleransi.

Baca Juga:  Rohaniawan Kamtibmas Ajak Siswa SD GKST II Sion Poso Cinta Alkitab dan Toleransi

Kepala Desa Tolai, I Made Gede Dwipayana, menyampaikan apresiasinya kepada Da'i Polri Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya atas kunjungan dan inisiatif mereka.

“Kami sangat berterima kasih atas silaturahmi ini. Kehadiran Da'i Polri sangat membantu dalam memperkuat sinergi antara pemerintah desa dan aparat keamanan. Kami siap mendukung tugas Satgas Madago Raya dalam menangkal paham-paham radikal, terutama di kalangan , perempuan dan anak,” ujarnya.

Baca Juga:  Pawai Ogoh-Ogoh di Desa Lebagu, Rohaniawan Polri Ajak Warga Jaga Persatuan Jelang PSU

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara masyarakat dan aparat keamanan dalam menciptakan wilayah yang aman, , dan terbebas dari ancaman ideologi radikal maupun intoleransi. Langkah proaktif seperti ini menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas sosial di kabupaten .

banner

Komentar