Peningkatan Kemampuan Imam Masjid, Upaya Satgas Madago Raya Mencegah Paham Radikalisme di Sigi

– Dalam upaya memperkuat peran imam masjid dan pegawai syara' dalam menjaga keamanan serta mengedukasi tentang toleransi, menyelenggarakan kegiatan peningkatan kemampuan di Aula Gedung PLHUT Kemenag Kabupaten Sigi, Selasa (22/10/2024).

Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pemeliharaan keamanan dan pencegahan radikalisme serta , dihadiri oleh sejumlah narasumber terkemuka, termasuk Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag selaku Ketua Provinsi Sulawesi Tengah bersama Ustadz Muhammad Kaharu, S.Ag.,M.H. selaku peneliti dari BRIN.

Baca Juga:  Menuju PON XXI Aceh-Sumut, Kapolda Sulteng Beri Semangat kepada Atlet Sulteng di Yonif 711 Raksatama

Operasi Madago Raya, AKBP Moh. Taufik, S.H. dalam sambutannya mengatakan, bahwa pentingnya peran para imam dan pegawai syara' dalam menjaga kerukunan umat dan menangkal paham radikal.

“Pentingnya peran imam masjid dan pegawai syara' dalam menangkal paham radikal dan moderasi beragama sebagai perekat bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, AKBP Moh. Taufik menekankan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menjadikan para imam masjid dan pegawai syara' sebagai sentra utama untuk mewujudkan persatuan umat.

Baca Juga:  Mahfud MD Sebut Bakal Mundur, Mensesneg: Kami Belum Terima Suratnya

Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari di wilayah masing-masing.

“Imam masjid dan pegawai syara' sebagai sentra utama untuk mewujudkan persatuan umat. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari di wilayah masing-masing,” imbuh AKBP Moh. Taufik.

Dalam penyampaian materinya, Prof. Zainal Abidin menyebut, bahwa peran imam masjid dan pegawai syara' sangat krusial dalam menciptakan suasana yang dan toleran di masyarakat.

Baca Juga:  Dukung Kesiapan Personel, Subsatgas Dokkes Madago Raya Rutin Lakukan Patroli Kesehatan

Ia juga menekankan bahwa penting bagi para pemimpin agama untuk menjadi teladan dalam praktik keberagamaan yang harmonis.

“Melalui moderasi beragama, kita dapat membangun ikatan yang lebih kuat antarumat beragama dan mencegah munculnya paham-paham yang dapat memecah belah persatuan bangsa,” kata Ketua FKUB .

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Sigi, serta mendukung upaya dalam mencegah radikalisme dan intoleransi.

banner

Komentar