Peningkatan Kemampuan Imam Masjid, Upaya Satgas Madago Raya Mencegah Paham Radikalisme di Sigi

Palu Nesia – Dalam upaya memperkuat peran imam dan pegawai syara' dalam menjaga keamanan serta mengedukasi masyarakat tentang , Satgas II Preemtif Operasi menyelenggarakan kegiatan peningkatan kemampuan di Aula Gedung PLHUT Kabupaten , Selasa (22/10/).

Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pemeliharaan keamanan dan pencegahan radikalisme serta intoleransi, dihadiri oleh sejumlah narasumber terkemuka, termasuk Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag selaku Provinsi bersama Ustadz Muhammad Kaharu, S.Ag.,M.H. selaku peneliti dari BRIN.

Baca Juga:  Sambang dan Bagi Sembako, Satgas Madago Raya Ajak Warga Jaga Kamtibmas

II Preemtif Operasi Madago Raya, AKBP Moh. Taufik, S.H. dalam sambutannya mengatakan, bahwa pentingnya peran para imam dan pegawai syara' dalam menjaga kerukunan umat dan menangkal paham radikal.

“Pentingnya peran imam masjid dan pegawai syara' dalam menangkal paham radikal dan sebagai perekat bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, AKBP Moh. Taufik menekankan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menjadikan para imam masjid dan pegawai syara' sebagai sentra utama untuk mewujudkan persatuan umat.

Baca Juga:  Kaopsda Madago Raya Ajak Masyarakat Proaktif Dalam Mencegah Paham Radikalisme

Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari di wilayah masing-masing.

“Imam masjid dan pegawai syara' sebagai sentra utama untuk mewujudkan persatuan umat. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari di wilayah masing-masing,” imbuh AKBP Moh. Taufik.

Dalam penyampaian materinya, Prof. Zainal Abidin menyebut, bahwa peran imam masjid dan pegawai syara' sangat krusial dalam menciptakan suasana yang damai dan toleran di masyarakat.

Ia juga menekankan bahwa penting bagi para pemimpin agama untuk menjadi teladan dalam praktik keberagamaan yang harmonis.

Baca Juga:  Siap Mundur dari Jabatan Menkopolhukam, Ini Pernyataan Mahfud MD

“Melalui moderasi beragama, kita dapat membangun ikatan yang lebih kuat antarumat beragama dan mencegah munculnya paham-paham yang dapat memecah belah persatuan bangsa,” kata Ketua FKUB Sulteng.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Sigi, serta mendukung upaya Satgas Madago Raya dalam mencegah radikalisme dan intoleransi.

banner

Komentar