Cegah Radikalisme, Dai Polri Jalin Silaturahmi Jamaah Masjid At-Taubah di Parimo

-News, Religi-
oleh

Palu Nesia – Dalam upaya menjaga kondusivitas wilayah dan mencegah penyebaran paham radikalisme, Tim Da’i secara aktif melakukan kegiatan dan di tengah masyarakat.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah sholat Dzuhur berjamaah dan silaturahmi dengan jamaah Masjid At-Taubah, Dusun 3, Desa Tolai, Kecamatan Torue, pada Sabtu (12/10/2024).

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara dan masyarakat dalam menjaga dan ketertiban serta menangkal segala bentuk ancaman yang dapat mengganggu keharmonisan masyarakat.

Baca Juga:  Sempat Ricuh, Kapolri Pastikan Situasi Papua Aman Terkendali

Dalam kesempatan tersebut, Tim Da’i yang terdiri dari Aiptu Erwin, Aiptu Irwan, Aiptu Zulham, dan Aiptu Arwin menyampaikan pentingnya menjaga toleransi, menolak segala bentuk radikalisme, dan bersama-sama menjaga menjelang Pilkada.

Dalam kesempatannya, Aiptu Erwin mengatakan kondusivitas wilayah sangat penting untuk mendukung pembangunan daerah. Mari kita bersama-sama menjaga situasi yang aman dan nyaman.

Baca Juga:  Satgas Madago Raya Dorong Desa Masari Jadi Teladan Moderasi Beragama di Parimo

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah. Mari kita wujudkan Parigi Moutong yang aman, damai, dan sejahtera,” ujar Aiptu Erwin.

Aiptu Erwin juga menambahkan melalui kegiatan ini, kami ingin lebih dekat dengan masyarakat dan mengetahui apa saja yang menjadi harapan dan kebutuhan mereka.

“Silaturahmi adalah kunci untuk membangun hubungan yang harmonis dan saling percaya,” pungkasnya.

Baca Juga:  Sepanjang 2025, Operasi Madago Raya Amankan 8 Pucuk Senpi Rakitan Hingga 313 Butir Amunisi

At-Taubah, Ustad Bukhari, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Tim Da’i Polri yang aktif melakukan kegitan dalam upaya menjaga kondusivitas.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan kegiatan yang dilakukan oleh Bapak-bapak Polisi. Kami siap bekerja sama dengan Polri untuk menjaga dan ketertiban di wilayah kami,” ungkap Ustad Bukhari.

banner

Komentar