Generasi Muda LDII Dibekali Wawasan Bahaya Radikalisme oleh Tim Da’i Polri

-News-
oleh

Nesia – Dalam upaya menciptakan yang toleran dan menolak segala bentuk radikalisme, Tim Dai Ops Madago Raya kembali menebar kebaikan.

Kali ini, para memberikan kepada para LDII yang sedang berkemah di Perkemahan Bahari Dusun Landangan, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Selasa (6/8/2024).

Ipda Ilham Sriwan, salah satu anggota tim Dai Polri, menyampaikan materi penting mengenai bahaya terorisme, radikalisme, dan intoleransi.

Baca Juga:  Tim SAR Ditsamapta Terjunkan 2 Anjing Pelacak Cari Korban Hilang di Air Terjun Wera

Selain itu, para remaja juga diingatkan akan pentingnya menjaga pergaulan yang sehat, menghindari dan judi online, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air dan .

“Kegiatan ini sangat penting untuk memberikan pemahaman yang benar kepada generasi muda tentang bahaya radikalisme dan intoleransi. Kami berharap mereka dapat menjadi agen perubahan dan menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan sekitar,” ujar Ipda Ilham.

Baca Juga:  Langkah Positif untuk Warga Binaan di Poso, Pembuatan SIM Sebagai Bagian dari Reintegrasi Sosial

Apresiasi atas kegiatan ini disampaikan oleh Ketua DPD LDII Kabupaten Poso, H. Sujaminto Suryanto, S.Pd., M.Si. Ia mengucapkan terima kasih kepada Tim Dai Polri yang telah berkenan memberikan penyuluhan kepada para pemuda LDII.

“Kami sangat mendukung upaya Satgas Madago Raya dalam mencegah radikalisme. Semoga melalui kegiatan seperti ini, generasi muda LDII dapat tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, toleran, dan cinta damai,” ungkap H. Sujaminto.

Baca Juga:  Diduga Akibat Sakit, Mayat Pekebun Ditemukan Tinggal Tulang Belulang di Pegunungan Poso

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pemuda LDII yang sedang mengikuti kegiatan Kemping Cinta Alam (CIA) tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang bahaya radikalisme, tetapi juga tertanam nilai-nilai dan toleransi yang kuat. Dengan begitu, mereka dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing.

banner

Komentar