Kisah Inspirasi Aiptu Andi Yusnar Bangun TPA Gratis Bagi Anak Korban Gempa Tsunami Palu

-News-
oleh

Palu Nesia – Menghadapi perkembangan teknologi dan untuk mengurangi ketergantungan -anak dengan bermain gadget yang menyuguhkan berbagai games, di Sulawesi Tengah () ini terinspirasi untuk membuka dan mengelola sendiri Taman Pendidikan (TPA).

Adalah Ajun Inspektur Polisi Satu (AIPTU) Andi Yusnar personel Satlantas merealisasikan inspirasinya tersebut dengan mendirikan TKA-TPA Al Ikhlas “Tribrata”. Nama yang mencerminkan dirinya yang seorang anggota .

TPA yang didirikan sejak 10 Mei 2020 berkat keseriusannya dalam memberikan pendidikan Al Quran terhadap anak-anak dilingkungan tempat tinggal di Jalan Asam III Lorong Tribrata Kel. Kabonena Kec. Ulujadi , akhirnya mendapatkan Surat Keputusan dari Kementrian Agama Kota Palu 13 Desember 2022.

Santriwan dan santriwatinya kini berjumlah 67 anak-anak hingga . Ikhlas mengajar baca tulis Ql Quran dibantu Istri dan anak-anaknya berhasil mengantarkan 11 santriwan santriwati TK-TPA Al Iklas “Tribrata” baru-baru ini berhasil khatam Al Quran.

Baca Juga:  Kapolsek Mantikulore Beri Edukasi Masyarakat tentang Hukum Perlindungan Perempuan dan Anak

“Alhamdullilah baru saja 11 santriwan dan santriwati TK-TPA Al Ikhlas Tribrata, telah diwisuda dan khatam Quran,” ungkap Aiptu Andi Yusnar kepada media, Sabtu (15/6/2024).

Pelaksanaan Wisuda dan Khatam Quran yang diselenggarakan di Masjid Nurul Jumadil Kelurahan Kabonena, Palu, menghadirkan dari Kementrian Agama Nikma Alkaf, S.Ag dan juga Ketua Umum PD BKPRMI, Dawud Asroh, pada Jumat (7/6/2024) lalu, ujarnya.

“Acara Wisuda dan Khatam Quran 11 santri itu, merupakan hajatan perdana yang digelar oleh TK-TPA Al Ikhlas Tribrata,” sebut suami dari Maryam Al Hasni ini.

Para santri TK-TPA yang diasuh oleh Aiptu Andi Yusnar, mereka rata-rata adalah anak dan remaja dari gempa dan tsunami di Balaroa dan lere tahun 2018 yang menempati hunian sementara (huntara) didekat rumahnya.

Baca Juga:  Konsolidasi Eks Anggota JI di Palu, Merajut Ukhuwah Islamiyah dalam Bingkai NKRI

“Santri TK-TPA rata-rata adalah anak dari korban gempa dan tsunami di Balaroa dan Kampung Lere. Kami pun tidak pernah memungut biaya dari orang tua santri, semua kami gratiskan,” tandasnya.

Pelaksanaan waktu mengaji kata Andi Yusnar, setiap hari Senin sampai Jumat, dimulai dari pukul 16.00 wita hingga pukul 18.00 wita, selanjutnya melaksanakan salat Maqrib dan Isya secara berjamaah. Hari Sabtu santrinya diberikan latihan Rabbana.

Andi Yusnar juga menerangkan selain memberikan baca Iqro dan Al Quran, TK-TPA Alikhlas Tribrata juga memiliki program lain seperti menghafal 25 doa hari-hari, tata cara whudlu yang sempurna, bacaan sholat dan zikir, adab-adab, setiap malam jumat santi dan orang tuanya wajib ikut majelis zikir yang diadakan TPA Al Ikhlas Tribrata.

Baca Juga:  Kerahkan Mobil Dapur Umum, Satgas Madago Raya Dukung Program Makan Bergizi Gratis

“Alhamdullilah Rabbana oleh santri kami, sering mengisi kegiatan keagamaan di , seperti tahlilan, maulid, khataman, yassinan dan lain-lain,” terang orang tua Andi Abdullah Gymnastiar.

Salah seorang orang tua santri menuturkan, sangat berterima kasih kepada bapak Andi Yusnar dan ibu Maryam Alhasni yang selama ini begitu sabar mendidik anak-anaknya, terlebih apa yang dilakukan dengan penuh ikhlas dan tanpa dipungut biaya sepersenpun.

Ibu dari Rahmad dan Rahma ini juga mengungkapkan, bahwa anak-anaknya yang selama ini tidak mengenal huruf apapun, setelah diajarkan baca Quran, kini mereka tahu artinya kehidupan dan ilmu yang diberikan, diharapkan anaknya dapat menjadi teladan dikemudian hari.

banner

Komentar